Berita

Taufik Kurniawan/Net

X-Files

Ikut Urunan Suap, Perusahaan Saksi Tidak Dapat Proyek

Sidang Perkara Suap DAK Taufik Kurniawan
SENIN, 29 APRIL 2019 | 08:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Meski sudah urunan dana suap untuk terdakwa Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, toh ada juga kontraktor yang tak kebagian jatah proyek.
 
Hal itu terungkap dalam persidangan terdakwa Taufik Kurniawan pekan lalu. Dalam sidang, saksi Supriyanto selaku kontraktor rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengaku, ikut iuran untuk komitmen fee terkait pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) Purbalingga.

Namun, duit urunan yang disetornya itu tak menghasilkan apa-apa. Proyek yang diharap­kannya pun amblas bersama dana yang digelontorkannya.


"Saya sendiri tidak dapat pekerjaan. Padahal saya juga ikut iuran komitmen fee itu," ujar saksi dengan nada meninggi.

Urunan dana itu berawal ke­tika dia bersama rekanan yang lain diminta menghadap Tasdi di rumah dinas bupati Purbalingga. Menurut dia, ada sejumlah orang dalam pertemuan itu.

"Di sana ada beberapa orang, salah satunya Wahyu Kristianto. Saya dikenalkan kepada dia, sa­ya diberitahu kalau dia (Wahyu) orangnya Taufik Kurniawan. Kemudian membahas soal ren­cana DAK Perubahan yang akan turun. Namun minta komitmen fee antara 5 sampai 7 persen," tandasnya.

Pengakuan soal urunan dana suap itu dikemukakan saksi lain yang juga kontraktor rencana pemkab, Widji Laksono. Namun dia bilang, jika dirinya mendapat satu paket pekerjaan senilai Rp 3 miliar atas DAK Perubahan itu.

"Saya juga ikut iuran komit­men fee, yang mulia. Yang pa­tungan ada beberapa kontraktor. Setelah itu juga kami ikut lelang, banyak paket kerjaan, saya cuma dapat satu," ucapnya.

Saksi lain yang dihadirkan adalah staf ahli terdakwa ber­nama Haris Fikri. Disebutkan Haris bahwa dia sempat menda­pat uang titipan dari Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Wahyu Kristianto. Uang Rp 600 juta dis­erahkan Wahyu kepada Haris di Hotel Trans Studio, Bandung.

"Saya diperintah Pak Taufik untuk menemui Pak Wahyu. Setelah itu, saya diberi uang Rp 600 juta oleh Pak Wahyu. Sepengetahuan saya uang itu untuk pembayaran utang kepada Pak Taufik," ucapnya.

Dana tersebut lantas diberikan ke terdakwa. Saat itu, bosnya itu disebut menggunakan uang itu untuk operasional Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN di Bandung.

Atas jasanya mengambil uang titipan dari Wahyu, saksi mengaku diberi Rp 10 juta oleh terdakwa. "Saya juga diberi uang oleh Pak Taufik sebesar Rp 10 juta. Katanya untuk operasional saya selama rakernas PAN. Namun uang itu sudah saya kembalikan ke KPK pada Februari lalu."

Diketahui, jaksa mendakwa Taufik Kurniawan menerima duit Rp 1,2 miliar. Duit itu berkaitan dengan pengurusan DAK Kabupaten Purbalingga pada APBN-P 2017. Uang itu diberi­kan oleh Tasdi yang saat itu menjabat Bupati Purbalingga melalui Wahyu.

Jaksa juga mendakwa Taufik menerima suap dari Bupati Kebumen untuk membantu meloloskan daerah itu mendapat DAK pada APBN Perubahan tahun 2016 dan 2017. Duit suap dari Bupati Kebumen diduga sebesar Rp 3,65 miliar.

Dalam kasus tersebut, Taufik dituduh melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya