Berita

Habib Rizieq Shihab/Net

Politik

Banyak Kecurangan Pemilu, Habib Rizieq Keluarkan Maklumat Dari Mekkah

SABTU, 27 APRIL 2019 | 22:30 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengeluarkan maklumat merespon dinamika politik yang terjadi di Tanah Air.

Dalam maklumat yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Habib Rizieq yang saat ini masih berada di Arab Saudi menilai banyak kecurangan yang terjadi dalam perhelatan Pemilu Serentak 2019.

"Sehubungan telah terjadinya kezaliman dan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif dalam Pemilu 2019, maka kami memandang perlu untuk menyampaikan maklumat dari Kota Suci Makkah Al-Mukarromah untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia demi tercurahnya rahmat dan ridho Allah SWT," demikian bunyi pembuka maklumat Habib Rizieq, Sabtu (27/4).


Habib Rizieq menjelaskan, disebut adanya kecurangan terstruktur lantaran kecurangan tersebut dilakukan oleh struktur perangkat negara dengan penggunaan fasilitas negara.

"Sehingga Presiden dan para menterinya bersama Polri dan Kepala Daerah 'menekan dan memaksa' seluruh ASN dan keluarganya, hingga Kepala Desa dan Warganya untuk pemenangan Jokowi. Bahkan mengerahkan BUMN dan ASN untuk kampanye paslon 01 dengan sanksi dipecat bagi yang tidak ikut," jelasnya.

Ia juga melihat ada kecurangan sistematis dalam perhelatan Pemilu 2019 ini, baik sebelum masa kampanye hingga pasca Pilpres 2019.

Sebelum Pilpres, kata Habib Rizieq, terjadi serentetan kriminalisasi ulama, aktivis, pembubaran ormas, dan pembungkaman tokoh. Kemudian ditemukannya daftar pemilih tetap (DPT) ganda dan DPT siluman.

Kecurangan juga disebutnya terjadi saat gelaran Pilpres dengan banyak kejadian. Mulai dari logistik terlambat, formulir A5 tidak berlaku, penolakan saksi 02, hingga pencoblosan massal untuk paslon 01 yang kemudian menjadi ramai di media sosial lantaran tertangkap kamera.

"Sesudah Pilpres, kotak suara dirampas, disimpan di luar ketentuan, tidak lagi tersegel, kertas suara dibakar, perampokan berkas saksi paslon 02. Penculikan dan penganiayaan bahkan pembunuhan petugas KPPS," jelasnya.

Yang tak luput dari pemantauannya adalah soal salah input data KPU yang menguntungkan paslon 01.

"Ini merupakan sekelumit contoh kecurangan dari paslon 01, dan masih banyak lagi kecurangan penambahan suara untuk paslon 01 serta pengurangan suara untuk paslon 02," papar Habib Rizieq.

"Disebut curang masif karena terjadi secara merajalela di mana-mana dan meluas kemana-mana di seluruh daerah se-Indonesia, dan disaksikan secara massal oleh seluruh rakyat Indonesia, sehingga viral di berbagai media cetak maupun elektronik," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya