Berita

Mahfud MD dan Rizal Ramli/Net

Politik

Balas "Pantun" Dua Mantan Menteri Gus Dur

JUMAT, 26 APRIL 2019 | 10:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Persoalan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang belakangan kerap salah input data suara Pilpres menjadi menu debat dua tokoh publik, Prof Mahfud MD dan Dr Rizal Ramli.

Soal Situng, dua mantan menteri era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini memiliki pandangan berbeda.

Mahfud, mantan Menteri Pertahanan Indonesia ini berpandangan, kesalahan entry data scan C1 ke Situng tak lantas mengecap KPU curang. Mahfud yang melihat langsung proses input data di KPU pun menganggap kesalahan itu tidak seberapa jika dibandingkan jumlah keseluruhan TPS.


Pernyataan yang ia unggah di akun Twitter pun direspon oleh Rizal Ramli, mantan Menteri Keuangan era Gus Dur. Kepada Mahfud, ia meminta untuk melihat secara langsung fakta kesalahan data penghitungan di lapangan.

Perdebatan kedua mantan pejabat negara ini pun makin panjang dan mendapat perhatian publik, termasuk perhatian dari mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu.

Said Didu lebih menyoroti soal sistem teknologi informasi milik KPU yang dianggapnya bisa diakali untuk berbuat curang.

"Kami yang biasa merancang sistem berbasis IT paham betul kesalahan IT yang bisa dirancang untuk berbuat curang. Intinya jika program sudah tidak bisa mengoreksi sistem secara otomatis, artinya sistem itu rawan atau memang dirancang untuk curang. Semoga bermanfaat buat Prof Mahfud," tulis Said Didu, Kamis (25/4).

Disinggung soal IT, RR, sapaan Rizal Ramli kembali menyindir mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu yang menganggap kesalahan input data KPU hanya permasalahan keci.

"Mas Mahfud, Said Didu. Kalau saya diundang ke KPU, saya akan bawa rombongan ahli-ahli system analysis, IT, statistics yang jago-jago dan miliki acces ke komputer KPU. Baru saya berani simpulkan bahwa kesalahan KPU kecil. Kalau ndak, ora berani," sindir RR.

Di balas sana-sini, termasuk oleh warganet lain, Mahfud kemudian membalas debat dengan sebuah 'penutup'.

"Saya baru dapat pesan dari kawan agar saya tak melayani lagi debat soal Situng. Sebab dari yang mendukung atau yang menyerang ada satu komplotan yang berbagi peran. Yang satu berperan membela A, satunya berperan membela B dengan sama kerasnya. Tendensinya mengadu domba agar kacau. Nunggu manual saja," tutup Mahfud.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya