Berita

Ilustrasi pemakaman/Net

Politik

Lagi, Anggota KPPS Gugur Usai Kelelahan

KAMIS, 25 APRIL 2019 | 13:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pesta demokrasi lima tahunan, Pemilihan Umum 2019 kembali merenggut nyawa. Kali ini, satu orang petugas KPPS di Kabupaten Cirebon gugur dalam mengawal demokrasi.

"KPU baru saja mendapatkan data 1 orang meninggal pada tanggal 24 April. Anggota PPS dan PPK setelah selesai rekapan surat suara mereka kelelahan, ada yang rawat inap dan rawat jalan,” kata Komisioner KPU Kabupaten Cirebon, Khusnul Khotimah dikutip RMOLJabar, Kamis (25/4).

Berdasarkan data KPU Kabupaten Cirebon, petugas yang gugur sebanyak lima orang. Dua dari petugas KPPS dan tiga petugas linmas.


Khusnul menjelaskan, petugas yang gugur itu kebanyakan terjadi setelah hari pencoblosan. Sebab meninggalnya pada petugas juga karena kelelahan lantaran jam kerja merela melebihi 24 jam.

"Frekuensi kerja memang luar biasa untuk Pemilu 2019 ini. Dalam kerjanya petugas terus bekerja otak dan pikirannya, sedangkan normal jam kerja itu hanya 8 jam," jelas Khusnul.

Ia melanjutkan, para petugas sudah mulai bersiap di TPS masing-masing sejak pukul 06.00 pagi hingga proses pencoblosan berakhir pada pukul 13.00 siang.

"Kalau masih ada antrean diteruskan sampai jam 4 seperti di Arjawinagun. Setelah itu hanya ada waktu istirahat untuk makan dan salat. Tidak sempat untuk mandi dan langsung diteruskan untuk menghitung surat suara. Ada yang sampai jam 6 pagi, jam 12 siang besoknya lagi," imbuh Khusunul.

Adapun petugas yang gugur tersebar di beberapa wilayah. Kaliwedi satu KPPS, Talun satu KPPS di Desa Kecomberan, Kedawung petugas linmas, Panguragan dan terakhir di Pabedilan.

"Kejadiannya karena kelelahan, ada yang dirawat inap, dan ada yang setelah pulang meninggal," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya