Berita

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Fahri Hamzah: Nyoblos 1 Menit Korban Berjatuhan, Ada Apa?

KAMIS, 25 APRIL 2019 | 10:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

RMOL. Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menjadi salah satu tokoh yang kritik terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu 2019.

Salah satu yang disorotinya adalah banyaknya anggota KPPS yang menjadi korban jiwa dalam mengawal proses demokrasi lima tahunan itu.

Menurut Fahri, sikap lembaga pimpinan Arief Budiman seharusnya tak hanya sebatas memberikan apresiasi dan penyematan kata pahlawan bagi petugas yang meninggal.


"Dalam situasi kita, banyak yang menganggap kalau jatuh korban banyak maka segera kita sebut mereka pahlawan. Tapi tidak ada yang bertanggung jawab atas matinya korban," kata Fahri dalam akun Twitternya, Kamis (25/4).

Ia melihat, kecenderungan saat ini seakan menganggap kematian seseorang sebagai hal yang biasa dan bukan hal yang patut dipermasalahkan.

Padahal, kata Fahri, kesuksesan-kesuksesan yang diklaim berhasil dicapai penyelenggara pemilu itu berbanding lurus dengan jumlah korban jiwa yang saat ini mencapai angka 119 orang.

"Dan kita permisif kepada kegagalan yang dirayakankan sebagai sukses," tegasnya.

Soal ini, ia pun mengibaratkan ke dalam sebuah peperangan. Dalam peperangan, ujarnya, banyak korban berjatuhan setelah berjuang selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

"Sering menjadi alasan pemerintah diminta menghentikan perang atau bahkan pemerintah dijatuhkan. (tetapi) Ini bukan perang, ini hanya mengurus pencoblosan 1 menit, korban berjatuhan. Ada apa?" tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya