Berita

Musyafak Rouf/Net

Politik

Data PKB, 35 Persen Form C1 Salah Hitung Di Surabaya

SELASA, 23 APRIL 2019 | 18:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indikasi kecurangan gelaran Pemilu 2019 kembali ditemukan. Kali ini terjadi di Surabaya, Jawa Timur dan diungkap oleh Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf.

Musyafak menduga ada kecurangan di tingkat pemilihan legislatif. Berdasarkan catatan mereka, kecurangan diduga terjadi di 35 persen dari total 8.146 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Surabaya.

"Data kami menunjukkan jika 35 persen form C1 salah hitung. Lalu ada 11 persen form C1 tidak wajar," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (23/4).


Dia menilai ada pihak yang dengan sengaja melakukan penggelembungan suara. Sebagaimana data yang didapatnya, di TPS 97 Kelurahan Patemo, Surabaya suara PDIP hanya sebesar 26 suara. Tapi ditulis menggelembung menjadi 88 suara.

"Temuan yang jelas itu, ada penggelembungan suara yang dilakukan oleh PDIP yang masif di beberapa TPS. Dan itu kegiatannya hampir sama, penggelembungan antara kisaran 20 sampai 30 suara per TPS," kata Musyafak.

Suara PKB di sejumlah TPS juga ikut dikurangi. Seperti, di TPS 08 Kelurahan Karah, di mana PKB seharusnya mendapat 36 suara tapi dipangkas hanya tinggal 6 suara.

Musyafak pun mendesak Bawaslu dan KPU untuk mengusut tuntas dalang dugaan kecurangan tersebut. Bukan sebatas melakukan penghitungan ulang.

"Dugaan kami ini bukan kesalahan, tapi kesengajaan yang diatur sejumlah pihak, korbannya ya partai yang suaranya tergerus," katanya.

Bawaslu Surabaya sudah mengeluarkan rekomendasi ke KPU Surabaya untuk melakukan penghitungan suara ulang di semua TPS di Surabaya. Namun demikian, KPU Surabaya hanya melakukan penghitungan suara ulang di 60 kelurahan dari 26 kecamatan.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya