Berita

Cabe rawit/Net

Harga Cabai Rawit Di Gorontalo Normal Lagi

SELASA, 23 APRIL 2019 | 13:57 WIB | LAPORAN:

Kenaikan harga cabai rawit di Gorontalo dalam dua hari terakhir ini sebatas fenomena sesaat.

Sebagaimana diketahui, harga cabai rawit di Gorontalo sempat melesat hingga Rp 100 ribu per kg. Namun demikian, dari hasil pemantauan lapang di beberapa pasar lokal, harga cabai kembali normal yakni di kisaran Rp 40 sampai 50 ribu per kg.

"Memang benar, di Gorontalo kemarin harga rawit merah sempat tembus Rp 100 ribu per kg tapi sama sekali bukan karena tidak ada barang. Ternyata hanya karena orang pada libur hari pencoblosan pemilu kemarin. Jadi murni karena fenomena sesaat saja,” demikian dijelaskan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan Ismail Wahab di Jakarta, Selasa (23/4).


Ismail membeberkan produksi cabai rawit merah di periode Mei 2019 ini mencapai 96 ribu ton, sementara kebutuhan maayarakat hanya berkisar diantara angka 62 ribu ton. Dengan demikian, terjadi surplus sebesar 34 ribu ton.

Adapun untuk cabai besar, produksi pada Mei 2019 sebesar 110 ribu ton dan kebutuhan sekitar 74 ribu ton, sehingga ada surplus hampir 37 ribu ton. Oleh karena itu, pemerintah menjamin pasokan cabai secara nasional aman.

“Kami akan terus berupaya menjaga pasokan dan harga stabil. Stabilisasi itu kuncinya cuma satu, ketepatan dan ketaatan dalam pelaksaan pola tanam. Itu sudah kita atur secara nasional. Daerah sudah paham dan berhasil melaksanakan,” terangnya.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Propinsi Gorontalo Muljadi Mario memastikan harga cabai rawit merah di Gorontalo sudah kembali normal. Sebagai bukti, Ia menjelaskan bila saat ini harga cabai rawit merah di pasaran saat ini berkisar Rp 40 ribu hingga 50 ribu per kg.

"Kenaikan kemarin itu cuma sebentar saja, sekarang sudah kembali normal. Bahkan Wagub Gorontalo berserta Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kementerian Perdagangan sudah melakukan inspeksi di Pasar Sentral, Gorontalo. Harga terpantau stabil dan pasokan normal," ujar Mario.

Lebih lanjut Mario menekankan kenaikan harga cabai rawit merah bukan karena tidak ada panen, tapi aktivitas petani dan pedagang sedang libur pemilu. Kondisi libur ini menyebabkan stok di pedagang retail sedikit.

“Mereka tahu kalau akan libur, jadi pedagang retail tidak memasok banyak. Kebetulan libur pemilu ini hampir bersamaan dengan libur paskah. Tapi kami sudah cek, ketersediaannya mencukupi kok. Buktinya saat kami sidak, pasokan cukup berlimpah," tegasnya.

Subarkah, salah satu pemilik Rumah Makan Padang di Gorontalo saat ditemui di Pasar Tradisional Meluo, Kwandang mengaku senang harga cabai cepat normal kembali. Harga cabai rawit merah kini Rp 43 ribu per kg dan pasokan cabai selalu ada setiap hari.

“Alhamdulillah, harga sudah kembali normal. Kemarin kabarnya rawit merah sempat naik dua kali lipat harganya, tapi kebetulan saya tidak belanja, karena nyoblos di TPS. Pedagang di Meluo juga pada libur semua," tuturnya.

Hal senada dikatakan Yanto, pedagang cabai di pasar Meluo. Ia menegaskan pasokan cabai rawit merah sudah normal. Buktinya, pasokan cabai rawit pagi ini 25 kg dengan harga eceran Rp 45 ribu per kg.

“Pasokan barang sudah normal. Malah kalau beli banyak, bisa lebih murah lagi," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya