Berita

anggota KPPS meninggal dunia/Ayobandung

Politik

Banyak Petugas Meninggal Bukti KPU Belum Mampu Kawal Pemilu

SELASA, 23 APRIL 2019 | 13:05 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu 2019 dinilai buruk. Banyaknya catatan dugaan kecurangan pemilu hingga korban meninggal dunia pun tak luput jadi kritikan lembaga pimpinan Arief Budiman ini.

Salah satu yang mengkritik keras kinerja KPU adalah Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean.

"KPU harus mengakui bahwa mereka lemah dalam mengawal Pemilu ini, bahkan hingga menelan banyak korban, gugur di lapangan," kata Ferdinand kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/4).


Seharusnya, kata Ferdinand, KPU sebagai lembaga yang dibiayai negara sudah mengantisipasi dengan matang risiko-risiko pahit pemilu serentak seperti adanya korban jiwa.

Terlebih banyaknya temuan dugaan kecurangan yang dilakukan untuk memenangkan salah satu paslin di Pilpres.

"Kedepan, KPU harus mengevaluasi sistem rekrutmen terutama di penerimaan karena harus melakukan pengecekan kesehatan. Pemilu kita ini aneh dan unik. Berhari-hari, perhitungan sampai hari ini saja belum selesai," jelasnya.

Dengan kejadian tersebut, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat ini pun berharap penyelenggara pemilu segera berbenah dan membereskan masalah yang ditimbulkan.

"Ini perlu dievaluasi ke depan supaya tidak terulang peristiwa seperti ini," tutupnya.
Berdasarkan data yang dirilis KPU, jumlah petugas KPPS yang dinyatakan meninggal dunia sudah mencapai 91 orang. Jumlah tersebut tersebar di 15 Provinsi di Indonesia yang menyelenggarakan pemilu serentak 17 April kemarin.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya