Berita

Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean/RMOL

Politik

BPN Siap Bentuk TPF Pemilu Jika Pemerintah Tutup Mata

SELASA, 23 APRIL 2019 | 12:25 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyambut positif usulan pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) kecurangan Pemilu.

Bahkan, pihaknya pun siap membentuk TPF jika usulan tersebut tak diindahkan pemerintah.

"Kalaupun pemerintah tidak mau membentuk, 02 membentuk karena ini bagus untuk upaya membuka kedok-kedok kecurangan yang mungkin sangat besar," kata Ferdinand kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/4).


Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat ini menjelaskan, TPF penting guna membentengi kecuranga-kecurangan yang banyak ditemui masyarakat, khususnya soal hasil rekapitulasi Pilpres.

"Nantinya supaya temuan ini berkekuatan hukum. TPF inilah yang akan merekomendasikan apakah kecurangan yang terjadi masuk kategori terstruktur, masif, dan sistemik," imbuhnya.

Sejatinya, pihaknya mengaku jika TPF sudah diwacanakan bakal dibentuk internal BPN jauh sebelum usulan itu mencuat ke publik.

Bahkan hal itu juga sudah disampaikan langsung kepada Capres Prabowo Subianto.

"Usul ini sudah disampaikan sebelumnya baik BPN, maupun ke capres kita untuk membentuk tim pencari fakta. TPF ini kita dukung, sangat bagus sesuai dengan aturan dan harus didukung," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya