Berita

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Fahri Hamzah Usul Bentuk Pansus Angket Kecurangan Pemilu

SELASA, 23 APRIL 2019 | 11:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengawasan gelaran Pemilihan Umum yang saat ini dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mendapat sorotan publik lantaran ditemukan banyak kesalahan input data oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu.

Bahkan belakangan ini muncul usulan pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) guna mengusut dugaan kecurangan yang banyak terjadi.

Merespon hal itu, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah berpandangan lain. Menurutnya, penyelesaian dugaan kecurangan Pemilu lebih baik diselesaikan dengan pembentukan panitia khusus (Pansus) hak angket.


"Pola pembentukan lembaga pengawas sebaiknya dikembalikan ke DPR saja supaya membentuk lembaga pansus angket," kata Fahri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/4).

Pembentukan Pansus dinilainya lebih bisa mengakomodir banyaknya laporan masyarakat soal dugaan pelanggaran pemilu hingga dugaan kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara.

"(Pansus menjadi solusi) Jika komit untuk mendesain sistem yang antikecurangan di masa depan," imbuhnya.

Dalam perjalanannya, pembentukan Pansus memang tak mudah. Usulan itu bisa terwujud jika disetujui oleh fraksi di DPR yang kemudian dibawa di Paripurna. Namun tak semua fraksi di DPR memiliki pandangan yang sama.

Kendati demikian, Fahri memiliki keyakinan jika pansus tersebut bisa berjalan jika masing-masing fraksi memiliki kesadaran akan bahayanya kecurangan pemilu bagi demokrasi dan keberlangsungan pemerintahan 2019-2024.

"Asumsinya, semua enggak ingin meninggalkan beban bagi presiden baru yang akan dilantik Oktober," imbuhnya.

"Itulah ujian bagi itikad baik kita untuk meringankan beban presiden terpilih," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya