Berita

Saut Situmorang/Net

Hukum

Ketua KPK: Pengakuan Bowo Harus Ditangani Hati-hati

SENIN, 22 APRIL 2019 | 22:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Nama Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita disebut-sebut atas dugaan memberikan uang Rp 2 miliar pecahan dolar Singapura kepada tersangka suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso.

Selain Mendag Enggar, Bowo juga menyeret koleganya di Partai Golkar, Nusron Wahid. Bowo mengaku diperintah Nusron menyediakan 400 ribu amplop senilai Rp 8 miliar untuk serangan fajar pada Pemilu 2019.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, pemeriksaan dua nama yang disebut Bowo itu belum dapat dipastikan. KPK akan mempelajarinya dahulu.


"Biasanya kalau disebutin pasti kan ditanya juga. Kemudian seperti apa penyidik bisa mengembangkan," kata Saut di JS Luwansa, Jakarta, Senin (22/4).

"Nanti kita pelajari apakah ada terkait langsung, tidak langsung dengan peristiwa pidananya atau persoalan kontestasinya, kita harus lihat di situ," tambahnya.

Sedangkan pemeriksaaan saksi-saksi untuk kasus suap Bowo pasti akan ditindaklanjuti. Namun untuk itu diperlukan ketelitian dan kehati-hatian.

"Iya nanti kita lihat dulu disebut itu seperti apa kita mendalaminya. Nanti kan menjadi catatan bagaimana penyidik mengembangkannya. Jadi KPK harus hati-hati di sisi kalau ada orang seperti itu," kata Saut.

Bowo bersama Marketing Manager PT PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasti dan pejabat PT Inersia, Indung telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT HTK.

Bowo dan Idung diduga sebagai penerima, sedangkan Asty pemberi suap.
 
Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo 2 dolar AS per metric ton. Diduga telah terjadi enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT HTK

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya