Berita

Bowo Sidik Pangarso (BSP)/Net

Hukum

Pengacara Bowo Sidik Belum Tahu Kliennya Dapat Rp 2 M Dari Menteri Enggar

SENIN, 22 APRIL 2019 | 13:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Tersangka dugaan suap distribusi pupuk Bowo Sidik Pangarso (BSP) mengaku kepada penyidik KPK bahwa dia mendapatkan uang Rp 2 miliar dalam pecahan dolar Singapura dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, seperti dikutip Tempo.co, Jumat (19/4).

Kantor Berita Politik RMOL mencoba mengkonfirmasi langsung kepada pengacara BSP, Saut Edward Rajagukguk terkait informasi tersebut. Saut mengaku belum mengetahui kebenaran pengakuan kliennya itu kepada penyidik KPK.

Saut mengatakan, kliennya hanya menceritakan sumber uang Rp 8 miliar yang telah dimasukkan dalam 400 ribu amplop untuk serangan fajar Pemilu 2019 itu dari salah seorang menteri.


"Saya belum tahu kalau klien kami (BSP) apakah dapat uang Rp 2 miliar dari Mendag Enggartiasto. Pak Bowo hanya bilang dari salah seorang menteri, tapi dia tidak pernah menyebutkan nama," kata Saut kepada redaksi, Senin (22/4).

Hingga saat ini redaksi mencoba mengkonfirmasi ke pimpinan KPK terkait pengakuan politisi Partai Golkar itu yang menyebut uang Rp 2 miliar didapatkan dari menteri asal Partai Nasdem Enggartiasto, namun belum mendapat jawaban.

Dalam perkara ini, BSP diduga mendapatkan fee dari kerjasama pengangkutan pupuk antara PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

KPK juga telah mengamankan uang sebesar Rp 8 miliar dalam perkara ini yang akan digunakan oleh BSP untuk kepentingan serangan di Pemilu 2019. Tidak berapa lama, BSP menyebut nama Politisi Golkar Nusron Wahid yang juga Badan Pemenangan Pemilu partai Golkar untuk Jawa dan Kalimantan.

Selain itu, KPK menduga telah terjadi sejumlah transaksi yang berkaitan dengan jabatan BSP sebagai Anggota DPR RI di Komisi VI.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya