Berita

Din Syamsuddin/Net

Politik

Presiden ACRP: Teror Bom Sri Lanka Berpotensi Memecah Belah Umat

MINGGU, 21 APRIL 2019 | 19:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Teror bom yang terjadi di sejumlah gereja dan hotel di Kolombo menuai kecaman keras dari Asian Conference on Religions for Peace (ACRP). Terlebih aksi tersebut telah menewaskan ratusan orang dan dilancarkan saat perayaan Hari Paskah umat kristiani.

Presiden ACRP, Din Syamsuddin menegaskan bahwa pihaknya mengecam keras tindakan brutal dan barbar tersebut.

“Kami juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Secara khusus kepada umat kristiani, kami menyampaikan simpati yang sedalam-dalamnya,” kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/4).


Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan yang hanya dilakukan oleh orang yang tidak berperiketuhanan dan berperikemanusiaan.

Aksi yang dilancarkan ke tempat Ibadah itu juga berpotensi memecah belah umat beragama. Apalagi dilakukan saat agama tertentu sedang merayakan hari besar.

“Maka diserukan kepada semua umat beragama agar tidak terpecah belah dan jangan mau diadu domba,” tegasnya.

Din mendesak aparat keamanan dan penegakan hukum di Srilanka untuk melakukan investigasi serius dan menyeret pelaku sebagai penjahat kemanusiaan yang sangat kejam sesuai hukum yang berlaku.

Sementara kepada umat beragama di tanah air, Din mengimbau untuk dapat menahan diri.

“Jangan terjebak kepada upaya provokasi yang ingin mengganggu kerukunan antar umat beragama dan kerukunan bangsa,” pungkasnya.

Sebanyak 158 orang dinyatakan tewas dalam ledakan yang terjadi di delapan titik di Kolombo tersebut. Sementara korban luka mencapai lebih dari 300 orang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya