Berita

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto/RMOL

Politik

PDIP Sepelekan Salah Input Situng Karena Tak Mau Jokowi Lengser

JUMAT, 19 APRIL 2019 | 18:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ketua Divisi Advokasi DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai adanya kesalahan input sistem penghitungan surat suara (Situng) KPU lebih menguntungkan PDIP yang sudah unggul dalam hitung cepat.

Hal itulah yang membuat sikap Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menganggap kesalahan input Situng sebagai hal teknis yang mudah diperbaiki.

"Hasto menyepelekan sebuah peristiwa yang patut diduga menjadi sebuah kecurangan. Saya pikir Hasto (PDIP) diuntungkan," kata Ferdinand kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/4).


Terlepas dari perolehan hitung cepat beberapa lembaga survei, Demokrat menilai persoalan itu bukan perkara yang bisa dianggap angin lalu.

Untuk saat ini, KPU mengakui ada lima tempat pemungutan suara (TPS) di lima wilayah yang mengalami kesalahan input. Wilayah tersebut adalah Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau dan Jakarta Timur.

Namun demikian, Ferdinand tak mudah percaya begitu saja.

"Bisa saja salah input ini tidak hanya satu. Bisa ada puluhan, ratusan, ribuan, bahkan puluhan ribu (salah input) karena akan ada 800-an ribu lebih TPS yang akan diinput datanya," jelasnya.

Ia tak mau berprasangka buruk terhadap salah input yang dilakukan KPU. Namun bisa jadi kekhawatiran masyarakat soal indikasi kecurangan ini benar adanya.

Terlebih dengan sikap PDIP sebagai pemenang Pileg versi beberapa lembaga survei ini yang justru terkesan emmbela KPU.

"Apa yang dinyatakan Hasto ini sepele saja, apa sebuah salah teknis? Saya pikir Hasto merasa diuntungkan untuk menambah suara pasangan Jokowi-Maruf," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya