Berita

Zainal Bintang/Net

Politik

PILPRES 2019

Zainal Bintang: Siapa Sutradara Di Balik Skenario Quick Count?

JUMAT, 19 APRIL 2019 | 13:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Politisi senior Zainal Bintang "membongkar" cara kerja lembaga survei yang melakukan hitung cepat atau quick count Pilpres 2019.

Zainal menjaleskan, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Indonesia sekitar 840 ribu. Dan hanya melalui sampling antara 2.000 sampai 3.000 TPS, lembaga survei sudah mempublikasikan hasil perolehan suara paslon 01 Jokowi-Maruf dan paslon 02 Prabowo-Sandi.

Fakta selanjutnya, publilasi dilakukan hanya dua jam setelah pencoblosan dimulai di seluruh Indonesia. Dan publikasi hasil quick count itu disiarkan secara masif oleh televisi-televisi nasional siang dan malam membombardir otak masyarakat.


Akibatnya menurut Zainal, hal tersebut mau tidak mau telah membentuk persepsi dalam hati masyarakat bahwa pemenangnya adalah paslon yang memperoleh suara lebih banyak.

"Ingat, pada saat quick count dipublikasi saat itu proses pencoblosan masih berlangsung. Artinya masih dinamis. Padahal ketika quick count dibuat jumlah pemilih yang sudah mencoblos baru beberapa puluh persen. Pergerakan pemilih masih berjalan," tuturnya.

Namun apa boleh buat, masyarakat sudah terpapar publikasi masif yang merugikan salah satu paslon di sisi lain menguntungkan paslon tertentu.

"Fenomena ini jelas-jelas adalah tirani quick count. Dan pertanyaannya, siapa sutradara di balik skenario yang tidak adil ini?" demikian Zainal Bintang.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya