Berita

Foto/KBRI Moskow

Politik

Jokowi-Maruf Unggul Di Rusia, Caleg PSI Dapat Suara Terbanyak

JUMAT, 19 APRIL 2019 | 03:11 WIB | LAPORAN:

Warga Indonesia di Rusia antusias menyaksikan penghitungan perolehan surat suara Pemilu 2019.

Kegiatan penghitungan surat suara disaksikan langsung Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus M. Wahid Supriyadi, segenap staf KBRI Moskow dan sebagian warga Indonesia yang berdomisili di sekitaran Moskow.

Dubes Wahid menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras PPLN dan KPPSLN Moskow dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan Pemilu 2019.


"Saya juga sangat mengapresiasi partisipasi warga Indonesia di Rusia yang sangat antusias dan tertib untuk menyalurkan hak suara mereka pada Pemilu 2019 di Moskow tanggal 14 April lalu dan juga yang hadir memantau penghitungan suara," jelasnya dalam keterangan pers.

Hasil pemungutan suara di Federasi Rusia dan Republik Belarus menempatkan pasangan capres Joko Widodo-Maruf Amin unggul dengan 404 suara atau 71,4 persen yang terdiri dari 272 suara dari TPSLN dan 132 suara melalui pos. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 149 suara (26,3 persen) yang terdiri dari 91 suara TPSLN dan 58 suara melalui pos.

Terdapat 13 surat suara tidak sah (2,3 persen) yang terdiri dari tujuh surat suara TPSLN dan enam surat suara dari pos.

Jumlah keseluruhan surat suara yang diterima PPLN Moskow sebanyak 566 yang terdiri dari 370 surat suara TPSLN dan 196 surat suara pos.

"Tingkat partisipasi warga Indonesia di Rusia pada pemilu kali ini cukup tinggi yaitu 63,5 persen yang hadir di TPSLN dan melalui pos 38,2 persen," jelas Dubes Wahid.

Yang menarik adalah munculnya caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany yang mendapatkan suara terbanyak dan unggul. Tsamara berhasil meraih 58 suara, sementara DR. Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh 39 suara dan Eriko Sotarduga dari PDI Perjuangan (PDIP) mendapat 25 suara.  

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya