Berita

Ilustrasi/Net

Politik

KNPI Dukung Langkah Pengamanan Pasca Pemilu

JUMAT, 19 APRIL 2019 | 01:29 WIB | LAPORAN:

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendukung penuh langkah pengendalian keamanan yang dilakukan aparat Polri dan TNI.

Utamanya atas ancaman gangguan keamanan pasca Pemilu 2019.

Bendahara Umum DPP KNPI Twedy Noviadi Ginting memastikan kalau pihaknya bersama jajaran KNPI seluruh Indonesia siap menghadapi gerakan inkonstitusional yang ingin dilakukan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.


"Kami siap menghadapi gerakan-gerakan yang mengancam kedaulatan," katanya kepada wartawan, Jumat (19/4).

Menurut Twedy, langkah tegas itu diambil karena sengketa pemilu mestinya dapat diselesaikan melalui jalur hukum, bukan malah melalui aksi di jalanan.

Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersabar menunggu hasil real count yang tengah dilakukan Komisi Pemilihan Umum. Semua pihak pun diminta untuk menerima hasil penghitungan suara Pilpres 2019.

"KNPI juga mengajak semua masyarakat bergandeng tangan kembali, menjaga persatuan dan mengubur segala dendam dan kebencian pasca pemilihan," pungkas Twedy.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya