Berita

Joko Widodo/RMOL

Politik

Soliditas NU Pengantar Jokowi Sukses Di Jatim

KAMIS, 18 APRIL 2019 | 22:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Calon presiden Joko Widodo memiliki dukungan yang kuat dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Suara signifikan dari kedua provinsi ini diyakini sebagai faktor utama Jokowi menang versi sejumlah hitung cepat lembaga survei.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf menilai ada tiga faktor utama yang membuat Jokowi menang telak di Jatim. Pertama karena faktor kinerja Jokowi yang sudah dirasakan warga Jatim.

Kemenangan Jokowi itu juga terjadi karena suara dari pemilih Nahdliyin yang solid. Nahdliyin, kata Gus Ipul, merasa turut bertanggung jawab untuk memenangkan mantan Rais Aam NU, KH Maruf Amin yang mendamping Jokowi.


“NU Solid, karena pemersatunya Kiai Maruf. Ketiga ada kinerja tokoh lokal, siapa saja? Banyak tokoh lokal, tapi tidak bisa saya sebutkan satu persatu," lanjut ketua PBNU itu dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (18/4).

Sementara itu, pengamat politik Ujang Komarudin menilai acara “Ngaji Kebangsaan” dilakukan elite NU seperti Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Gus Ipul berhasil mengkonsolidasikan suara nahdliyin.

"Kalau mau dekati suatu kaum maka harus paham bahasa kaum itu. Jawa Timur kan mayoritas NU semua. Jadi ngaji itu bahasa yang identik dengan Nahdliyin. Terbukti Jokowi-Maruf jadi menang besar, di Jatim,” jelas pengajar Universitas Al Azhar Indonesia itu.

Menurutnya, konsolidasi tersebut berhasil membuat kaum Nahdliyin sadar bahwa Jawa Timur adalah basis NU dan wajib memenangkan calon yang dijagokan oleh organisasi bentukan Hasyim Asyari tersebut.

"Ini poin penting untuk tokoh NU di Jatim seperti Mahfud MD, Khofifah, dan Gua Ipul, dan juga Gusdurian," pungkas Ujang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya