Berita

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno/RMOL

Politik

Tak Pusingkan Quick Count, PAN: Hasil Survei Banyak Yang Meleset

KAMIS, 18 APRIL 2019 | 20:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Hasil quick count lembaga survei harus bisa dipahami sebagai salah satu instrumen pendukung dalam menghitung hasil akhir Pemilu 2019. Hal itu yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno di Kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta.

"Karena survei adalah produk akademis sepanjang metode bisa dipertanggungjawabkan," ujar Eddy, Kamis (18/4).

Pernyataan Eddy tersebut guna menyikapi hasil hitung cepat yang dirilis lembaga survei yang menempatkan calon presiden petahana Jokowi-Maruf unggul atas oposisi Prabowo-Sandi.


Disamping itu, Eddy juga melihat perolehan suara sementara PAN yang ditempatkan pada 6-7 persen.

Meski begitu, lanjutnya, semua pihak tidak perlu terlalu ambil pusing dengan hasil hitung cepat. Pasalnya, tidak sedikit quick count yang pada akhirnya meleset jauh.

"Di masa lalu kita pernah melihat adanya hasil yang pada akhirnya meleset jauh. Ini membuat kami cukup sangsi dengan hasil lembaga survei," jelasnya.

Ia pun menginstruksikan kepada para kader, pendukung, dan relawan agar bisa berkoordinasi untuk mengawal tahapan perhitungan suara.

"Kita instruksikan caleg dan saksi kita untuk bersama saksi koalisi untuk mendapatkan rekapitulasi C1," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya