Berita

Pitra Ramdhoni Nasution/RMOL

Politik

Bareskrim Polri Diminta Audit Hasil Quick Count 7 Lembaga Survei

KAMIS, 18 APRIL 2019 | 14:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Korupsi dan Hoaks (KAMAKH) mendatangi Barareskrim Polri untuk mengadukan tujuh lembaga survei yang menyajikan hasil penghitungan cepat alias Quick Count.

Kuasa hukum KAMAKH, Pitra Ramdhoni menjelaskan, tujuh lembaga survei itu adalah Indo Barometer, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Charta Politika, Poltracking, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), serta Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) dan LSI Denny JA.

Ketujuh lembaga survei tersebut dianggap meresahkan masyarakat atas hasil survei yang dilakukanya berbeda dengan rekapitulasi KPU.


"Hasil survei ini banyak yang membingungkan masyarakat kita khususnya quick count dari lembaga survei ini. Karena apa, karena kalau kita berpatokan kepada quick count itu kebenaran rillnya belum bisa dipertanggungjawabkan secara real count," kata Pitra di Bareskrim, Gedung Awaloedin Djamin, Trunojoyo, Jakarta, Kamis (18/4).

Bukan tanpa alasan kata Pitra, ketujuh lembaga survei itu membuat resah dan bingung masyarakat lantaran sample yang diambil hanya 2.000 TPS.

Sedangkan rekapitulasi KPU yang diambil dari situs kpu.go.id yang dilihat Rabu malam hasil pemindaian C1 dari 155 tempat pemungutan suara (TPS), atau 0,019 persen dari total TPS sebanyak 813.350, Prabowo unggul 55,9 persen. Sementara lawannya yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih 44,1 persen.

"Makanya kami meminta Bareskrim mengaudit terhadap lembaga survei ini dan perlu dipertanyakan lagi mereka survei ke mana, TPS mana, dan di daerah mana saja. Jangan membuat satu kebingungan di tengah masyarakat. Ini sudah sangat dahsyat sekali, penggiringan opininya," pungkas Pitra.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya