Berita

Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Bagi BPN, Hitung Cepat Sebatas Penggiringan Opini

RABU, 17 APRIL 2019 | 16:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak ambil pusing dengan hasil hitung cepat yang telah dirilis sejumlah lembaga survei.

Sebagaimana diketahui, hasil hitung cepat lembaga survei rata-rata memenangkan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin dengan 54 persen berbanding 45 persen.

Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyebut pihaknya tidak mau terlalu memikirkan soal hasil hitung cepat. Baginya, hasil hitung cepat acapkali menjadi upaya untuk melakukan penggiringan opini publik.


"Ini (hitung cepat) kan tidak lebih dari penggiringan opini saja," ujar Ferdinand di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (17/4).

Ferdinand menilai bahwa lembaga survei saat ini hanya bekerja berdasarkan proyek-poyek tertentu untuk kepentingan satu pihak.

Dia berpesan kepada para pendukungnya untuk tetap tenang karena hasil akhir akan diumumkan KPU. Terlebih, perhitungan di internal BPN masih mengunggulkan Prabowo-Sandi.

"Semua akan jelas nantinya, karena sebagaimana kesepakatan maka finalnya adalah pengumuman dari KPU," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya