Berita

Hamdan Zoelva/Net

Politik

KAHMI Ajak Cerdas Dan Dewasa Dalam Proses Pemilu

SENIN, 15 APRIL 2019 | 18:22 WIB | LAPORAN:

Pemilu setiap lima tahun adalah pilihan jalan yang ditempuh bangsa Indonesia dalam rangka memilih wakil rakyat yang duduk di pemerintahan, eksekutif dan legislatif.

"Dalam rangka itu, KAHMI perlu mengingatkan bahwa kontestasi Pemilu yang begitu tajam dan keras selama proses kampanye, terutama dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang seakan membelah warga bangsa dalam dua kelompok, tidak boleh membuat kita sebangsa dan setanah air berpecah karenanya," kata Koordinator Presidium MN KAHMI, Hamdan Zoelva melalui siaran pers yang diterima redaksi, Senin (15/4).

Hamdan menekankan, Pemilu tidak boleh menjadikan bangsa ini mundur ke belakang karena kekacauan. Oleh karena itu KAHMI mengajak seluruh warga bangsa untuk bersikap cerdas dan dewasa dalam proses pemilu, menggunakan hak pilihnya masing-masing dengan bebas, menerima hasil Pemilu siapapun yang menang, sebagai pilihan rakyat yang harus dihormati.


"Jika ada pelanggaran atau kecurangan, KAHMI mengajak untuk menempuh proses hukum yang telah disediakan untuk itu," jelas Hamdan.

Menghadapi hari pemungutan suara, Rabu lusa (17/4) dan tahapan pemilu selanjutnya, MN KAHMI mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut berpartisipasi dalam proses Pemilu ini, dengan datang ke TPS memberikan suara, ikut mengawasi serta ikut mengawal proses pemilu berjalan damai, jujur dan adil.

"Memilih adalah hak setiap warga negara, bukan kewajiban. Tetapi, memilih juga adalah tanggung jawab, yaitu tanggung jawab kita ikut menentukan penyelenggaraan negara pada masa lima tahun mendatang," ujarnya.

KAHMI juga mengingatkan kepada penyelenggara Pemilu, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta DKPP dan seluruh aparatur negara khususnya para penegak hukum (Kepolisian dan Kejaksaan), untuk benar-benar netral, adil, tidak memihak, menjaga integritas dan profesionalitas dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan Pemilu.

"Hormati dan jangan mengkhianati pilihan rakyat yang tulus," tegas Hamdan.

Menurut KAHMI, lanjut Hamdan, tanggung jawab terbesar dalam menjamin Pemilu yang jujur dan adil, berada pada pundak penyelenggara pemilu dan aparatur negara.

KAHMI meminta kepada seluruh peserta Pemilu 2019 bersama tim kampanye dan pendukung masing-masing, untuk bersikap jujur dan kesatria, tidak melakukan perbuatan curang, tidak mencuri suara rakyat dengan cara kotor dan melanggar hukum serta tidak menggoda atau menyuap penyelenggara pemilu untuk memihak dan berlaku curang. Mencuri suara rakyat sama dengan mengkhianati rakyat yang memilih dengan tulus.

KAHMI juga meminta kepada seluruh peserta pemilu, tim kampanye dan para pendukungnya untuk menerima apa pun hasil pilihan rakyat, tidak memprovokasi rakyat untuk merusak karena kekalahan.

"Selesaikan segala pelanggaran dan kecurangan pemilu (jika ada) melalui proses hukum yang telah disediakan untuk itu," imbuhnya.

Terakhir, MN KAHMI mengajak seluruh pimpinan dan aparatur KAHMI di seluruh tingkatan kepemimpinan (Majelis Wilayah dan Majelis Daerah), untuk ikut menjaga dan menjamin terselenggaranya pemilu yang damai, berintegritas dan bermartabat.

"KAHMI harus tetap menjadi obor dan benteng dalam menjada keselamatan dan keutuhan bangsa yang kita cintai," demikian Hamdan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya