Berita

Natalius Pigai/net

Politik

Natalius Pigai: APBN Harus Mengarah Tiga Sasaran Penting

SENIN, 15 APRIL 2019 | 11:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebuah negara harus punya sasaran dan arah kebijakan yang matang. Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai yang namanya masuk dalam jajaran putra-putri terbaik calon presiden Prabowi Subianto, menjelaskan ada tiga sasaran penting harus dicapai sebuah negara.

Kata dia, postur anggaran harus diarahkan pada penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran. Kedua, untuk mengentaskan kemiskinan dan membuka isolasi daerah terpencil.

“Ketiga mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen untuk mendorong terciptanya rakyat Indonesia yang adil dan makmur,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (15/4).


Masalah terbesar bangsa ini adalah dana yang dihamburkan tidak sebanding dengan hasil yang dicapai. Dia menguraikan bahwa selama empat tahun anggara negara terkuras Rp 8 ribu triliun. Tapi kemiskinan hanya turun satu persen, yakni dari 10,96 di tahun 2014 menjadi 9,82 di tahun 2018.

“Kelambatan penurunan angka kemiskinan ini sangat menyedihkan dan kontras ketika kita melihat data ternyata dalam 4 tahun terjadi peningkatan pundi-pundi orang kaya sebesar 10 persen per tahun, Industri hanya tumbuh kurang dari 4 persen,” jelasnya.

“Sementara peringkat Indeks pembangunan manusia Indonesia (human development Index/HDI) turun drastis dari rangking ke 108 tahun 2014 menjadi 116,” sambung mantan Komisioner Komnas HAM itu.

Dia menilai pemerintah yang lalai dan mengabaikan pembangunan manusia menyebabkan bangsa ini terjun dalam jurang kemiskinan dan jurang antara kaya dan miskin.

Memang negara ini tidak perlu menjadi lembaga pilantropis, altruistik, dan solider karena itu logika sosialisme. Tetapi pembangunan yang dimulai dari kantong-kantong kemiskinan, wilayah-wilayah terpencil, orang miskin terpinggirkan, kaum marginal dan menyasar kebutuhan dasar rakyat adalah suatu kewajiban pemerintah.

“Itulah maka Prabowo Subianto menyatakan negara harus hadir untuk Indonesia yang adil dan makmur,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya