Berita

Pencoblosan di Ankara Turki/Net

Politik

Persoalan Jarak Tidak Halangi Antusias WNI Di Turki Untuk Mencoblos

SENIN, 15 APRIL 2019 | 10:27 WIB | LAPORAN:

. Antusiasme warga negara Indonesia untuk menggunakan hak suara terasa meningkat pada Pemilu 2019 dari pemilu-pemilu sebelumnya. Antusiasme terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Ankara, Turki.

Salah satu mahasiswa Universitas Recep Tayyib Erdogan di Kota Rize, Muhammad Tifqi datang bersama 10 orang rekannya menggunakan bus dengan menempuh jarak 900 Km lebih dalam waktu sekitar 12 jam untuk tiba di Ankara.

Dari segi jarak sebetulnya mereka lebih dekat Ibukota Georgia, Tiblsi, di wilayah Caucasus atau Ibukota Kurdistan, Erbil. Sayang di kedua kota tersebut tidak ada TPS, Muhammad Tifqi dan rekannya itu tiba di TPS dalam keadaan basah kuyup karena dalam perjalanan ke TPS diguyur hujan es yang kerap terjadi di masa pancaroba di Turki.


Serupa perjuangan tersebut juga dialami mahasiswa lainnya. Selain dari Kota Rize, sejumlah mahasiswa juga datang dalam rombongan bus dari Sakarya, sekitar 4 jam perjalanan dari Ankara.

Namun berbeda kisah dengan Robi, wisman asal Malang, Jawa Timur ini sudah hampir sebulan berwisata mandiri bersama istrinya ke berbagai negara Caucasus dan Asia Tengah.

Mendekati hari pencoblosan tanggal 13 April 2019, Robi menghubungi KBRI Ankara dan meminta dihubungkan dengan PPLN Ankara, yang akhirnya mereka terdaftar resmi di Daftar Pemilih Khusus (DPK) memanfaatkan surat suara cadangan sebanyak 2 persen dari DPT, Robi bergerak ke Ankara dari Georgia menempuh perjalanan darat sejauh 1400 km, hampir dua hari perjalanan darat.

PPLN Ankara bekerjasama dengan KBRI dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Ankara juga mencoba membuat suasana di TPS meriah, yaitu dengan menyediakan photo booth dan makanan ringan ala Turki, tak hanya itu juga diadakan lomba selfi dengan berbagai macam hadiah menarik.

"Dengan dukungan semua pihak, khususnya KBRI dan PPI, kami mencoba membuat hari pemungutan suara benar-benar seperti pesta demokrasi. Ini  menambah antusiasme pemilih. Ini lebih mirip lebaran daripada sebuah peristiwa politik", ujar Ketua PPLN Ankara Siti Aisyah yang juga mahasiswa S3 di salah satu kampus di Ankara seperti keterangan resmi PPLN Ankara, Senin (15/4).

Selama masa pemungitan suara, TPS Ankara dibuka pada tanggal (13/4) mulai pukul 08.00 dan ditutup hingga pemilih terakhir yang hadir menjelang pukul 19.00.

Dari total 249 WNI yang terdaftar memilih di TPS Ankara, 76,41 persen menggunakan hak pilihnya. Sementara itu, 705 WNI lainnya memilih untuk menyalurkan hak suaranya melalui Metode Pos. Direncana PPLN Ankara akan melakukan penghitungan suara pada tanggal (17/4) berbarengan dengan penghitungan suara di tanah air.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya