Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Korsa: Kinerja KPU Untuk Pemilu 2019 Terburuk Dalam Sejarah

SENIN, 15 APRIL 2019 | 05:13 WIB | LAPORAN:

Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menilai bahwa kinerja Komisi Pemilihan Umum dalam Pemilu 2019 terburuk dalam sejarah.

Koordinator Korsa Amirullah Hidayat mengatakan, penilaian itu pantas disematkan pada KPU lantaran menganggap sepele polemik surat suara tercoblos di Malaysia dengan mengatakannya sebagai sampah dan tidak dihitung. Padahal seharusnya dilakukan investigasi detail dan transparan lantaran sudah mencoreng pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

"Ditambah lagi pelaksanaan pemilihan presiden di luar negeri ada beberapa negara terjadi kericuhan, seperti di Arab Saudi, Australia, Amerika Serikat, Malaysia. Adapun kericuhan terjadi karena berbagai alasan tapi paling banyak karena kekurangan kertas suara dan tempat dilaksanakannya pencoblosan," paparnya kepada redaksi, Senin (15/4).


Menurut Amirullah, kejadian-kejadian tersebut sangat merugikan bagi pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebab, laporan relawan Korsa di luar negeri, mayoritas WNI yang memilih Prabowo-Sandi.

"Korsa yang lebih satu tahun telah berjuang untuk mengganti presiden dalam Pilpres 2019 ini sangat kecewa dengan kinerja KPU RI," ujarnya.

Untuk itu, Korsa mengimbau seluruh rakyat Indonesia dapat mengawal jalannya pemungutan suara 17 April nanti, sehingga tidak terjadi kecurangan terhadap perolehan suara Prabowo-Sandi.

"Sebab kalau hanya mengharapkan netralitas dari KPU maka akan terjadi kecurangan terstruktur, sistemik dan massif. Dengan kata lain KPU tidak bisa dipercaya seratus persen," tegas Amirullah.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya