Berita

Ayah Julian Assange/Net

Dunia

Ayah Pendiri WikiLeaks Minta Australia Bawa Pulang Julian Assange

MINGGU, 14 APRIL 2019 | 17:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ayah pendiri WikiLeaks, Julian Assange, yakni John Shipton Australia untuk membawa pulang putranya.

Dia mengaku terkejut melihat kondisi putranya setelah penangkapannya di London Kamis kemarin (18/4).

Shipton dilaporkan mengunjungi Assange setiap Natal di kedutaan Ekuador di London setelah dia mencari perlindungan di sana pada tahun 2012.


"DFAT (Departemen Luar Negeri) dan perdana menteri harus dengan cara yang bernuansa melakukan sesuatu," kata Shipton kepada Melbourne Sunday Herald Sun akhir pekan ini (Minggu, 14/4).

"Itu bisa diselesaikan hanya untuk kepuasan semua. Ada beberapa pembicaraan dalam pertemuan antara seorang senator dan seorang pejabat senior DFAT untuk mengekstradisi Julian ke Australia," sambungnya seperti dimuat AFP.

Shipton mengatakan, dia terkejut melihat keadaan putranya ketika ditangkap kemarin.

"Saya melihatnya, cara mereka menyeretnya menuruni tangga, polisi, dia tidak terlihat baik. Saya berusia 74 dan saya terlihat lebih baik darinya dan dia 47 tahun. Ini sangat mengejutkan," katanya.

"Selama berbulan-bulan dia hidup seperti tahanan keamanan tinggi, dia bahkan tidak bisa pergi ke toilet. Ada kamera yang mengawasi setiap gerakannya," sambungnya.

Sebelumnya pada Jumat (12/4), Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa Assange tidak akan menerima perlakuan khusus dari Canberra.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya