Berita

Para pembicara di Ngobrol #AyoJagaTPS/RMOL

Politik

Dubes Rusdi Kirana Diminta Angkat Bicara Terkait Skandal Surat Suara Dicoblos Di Malaysia

MINGGU, 14 APRIL 2019 | 15:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana didesak agar angkat bicara terkait insiden surat suara yang sudah dicoblos untuk Paslon 01 Jokowi-Matuf di Malaysia. Pernyataan Dubes dinilai penting untuk menghentikan spekulasi di masyarakat.

Hal itu diungkapkan Politisi PDI-P Masinton Pasaribu dalam acara diskusi publik bertajuk Ngobrol santai #AyojagaTPS Untuk Pemilu Damai di Citywalk Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (14/4).

"Ini seharusnya ya, Duta Besar ya ngomong, ini enggak ngomong-ngomong, biar aja dia ngomong," kata Masinton sambil terkekeh.


Masinton menambahkan, dirinya juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak mendahului proses penyelidikan yang dilakukan pihak keamanan negara Malaysia.

"Karena ini tidak hanya menggunakan hukum kita, tapi hukum negara Malaysia," ujar Masinton.

Selain itu, politisi PDI-P ini juga meminta pihak penyelenggara Pemilu untuk ikut menahan diri sebelum mendapatkan hasil penyelidikan terkait insiden surat suara yang telah di coblos di Malaysia.

"Bawaslu dan KPU juga mesti menahan diri. Jangan genit-genit lah tampil di media, menunggu hasil penyelidikan dari sana (Malaysia)," demikian Masinton.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, Wakil Direktur Data dan IT BPN Prabowo-Sandi Nur Iman Santoso, Asistensi Bidang Hukum Bawaslu Bachtiar Baital, Direktur Eksekutif Perludem Titi Angraeni, Co Founder AyoJagaTPS Mochamad James Falahuddin dan Ananto Pratikno.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya