Berita

Ilustrasi kemiskinan/Net

Politik

Angka Kemiskinan Turun, Jurang Kesenjangan Menipis

MINGGU, 14 APRIL 2019 | 11:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penurunan angka kemiskinan selalu sejalan dengan pengurangan jurang kesenjangan. Artinya, angka kemiskinan yang kini menurun hingga satu digit, yakni 9,66 persen menurut data Badan Pusat Statistik sejalan dengan upaya mengurangi jarak antara si miskin dan si kaya.

Begitu kata anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Eva Kusuma Sundari dalam keterengan tertulisnya, Sabtu (13/4).

“Kalau kemiskinan turun, tentu terjadi penurunan gap antara yang kaya dan miskin,” kata politisi PDI Perjuangan itu.


Data dari BPS kerapkali memang didelegitimasi oleh sejumlah pihak. Data itu disebut sebagai bagian untuk menyenangkan pemerintah.

Padahal, kata Eva, BPS merupakan lembaga yang kredibel. Bahkan telah diakui dunia sebagai lembaga statistik terpercaya. Terlebih pada dua atau tiga tahun lalu BPS mendapat penghargaan sebagai badan terbaik di dunia. Ini karena cakupan BPS luas dan sampling hampir mendekati populasi.

“Soal kemiskinan, indeks gini rasio, yang kredibel adalah data BPS. Sehingga kalau pemerintah menyatakan penurunan, itu menggunakan data BPS. Bukan sebaliknya, BPS memproduksi data untuk pemerintah. BPS malah pernah diminta jadi koordinator dari BPS sedunia,” jelasnya.

Sementara itu Jurubicara TKN Mukhamad Misbakhun menyebut pemerintah Jokowi telah fokus pada upaya mengurangi kesenjangan ekonomi dan mengatasi angka kemiskinan. Caranya, dengan pemerataan dan belanja sosial.

"Affirmative action keberpihakan itu ditegaskan dalam bentuk belanja sosial yang sangat signifikan. Bagaimana mengangkat derajat masyarakat bawah itu tetap bisa melakukan aktivitas kehidupan mereka sehari-hari dengan kehadiran negara," ujar politisi Golkar itu.

Pemerintah terus bergerak mempersempit jurang kesenjangan dengan membangun infrastruktur dan upaya-upaya pemerataan kesenjangan.

"Walaupun pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pembangunan akses, koneksifikasi, dan meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi belanja sosial tetap dilakukan," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya