Berita

Jokowi dan Ma'ruf Amin

Politik

Selama Masa Tenang, Tim Jokowi-Maruf Diminta Tak Lakukan Blunder

MINGGU, 14 APRIL 2019 | 06:59 WIB | LAPORAN:

CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi mengimbau kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk memastikan pada tanggal 17 April pendukung Jokowi-KH Maruf Amin hadir di TPS dan tidak melakukan blunder.

Dia  meyakini, kecil kemungkinan elektabilitas kedua calon berubah pada hari H pemungutan suara,  kecuali ada blunder yang dilakukan setiap calon ataupun tim suksesnya, atau pemilih dari setiap calon tidak datang saat waktu  pemungutan suara.

”Maka, tinggal pastikan pemilih datang ke tempat pemungutan suara dan hindari blunder-blunder menjelang pencoblosan. Contohnya, amplop yang diduga untuk serangan fajar,”  kata Hasan Nasbi, Sabtu (13/4)


Dia  juga menegaskan  kampanye rapat umum sejak 24 Maret 2019 yang menghadirkan massa dalam jumlah banyak bukan jaminan calon akan meraih banyak suara.

"Kampanye itu hanya ajang unjuk kekuatan saja," ujarnya.

Dari survei Cyrus terlihat pula, alasan utama memilih Jokowi-Amin karena kinerjanya bagus dan terbukti nyata. Sebanyak 39,3 persen pemilih menyatakan hal ini. Sedangkan 19 persen menyatakan pasangan itu merakyat dan sederhana. Kemudian suka dengan Jokowi dan Amin sebesar 7,5 persen.

Sisanya memilih Jokowi-Amin karena berbagai hal, seperti agar calon petahana bisa melanjutkan program kerjanya, baik dan ramah, dan banyak membantu rakyat.

Survei Nasional Cyrus Network yang dilakukan sejak 27 Maret - 2 April 2019 terhadap 1.230 responden penduduk Indonesia.

 Sebanyak 79,0 persen responden mengaku telah menetapkan pilihan, yaitu 56 persen memilih pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin, 38,1 persen memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, 3,2 persen belum memutuskan pilihan, 0,7 persen tak memilih dan 1,6 persen tidak menjawab.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya