Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Survei Y-Publika, Hanya Tujuh Partai Yang Lolos Senayan

SABTU, 13 APRIL 2019 | 19:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hari pencoblosan Pemilu Serentak 2019 tinggal hitungan hari lagi. Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Y-Publika, sebanyak tujuh partai bakal melenggang ke Senayan pada Pileg 2019 mendatang.

Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono menguraikan bahwa ketujuh partai yang berhasil lolos dengan melampau ambang batas parlemen sebesar 4 persen adalah PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, Nasdem, dan PKS.

“Sempat menurun elektabilitasnya sejak bulan Januari, elektabilitas PDIP kembali naik menjadi 27,2 persen dan diprediksi memenangkan Pileg 2019. Gerindra menyusul sebagai runner up dengan elektabilitas 14,7 persen,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (13/4).


Adapun elektabilitas Golkar sebesar 8,5 persen, PKB 8,3 persen, Demokrat 4,9 persen, Nasdem 4,3 persen, dan PKS 4,1 persen.

Sementara itu, Rudi juga menjabarkan sejumlah partai yang memiliki kemungkinan turut lolos ke Senayan. Kemungkinan itu didapat karena elektabilitas partai bisa melampaui ambang batas parlemen jika ditambang dengan margin of error sebesar 2,89 persen.

“Ada empat partai, yaitu PSI 3,8 persen, PAN 3,5 persen, PPP 2,9 persen, dan Perindo 1,9 persen,” pungkasnya.

Sementara lima partai sisanya dapat dipastikan tidak lolos. Mereka antara lain Hanura 1,0 persen, PBB 0,9 persen, PKPI 0,6 persen, Berkarya 0,4 persen, dan Garuda 0,3 persen. Sedang sebanyak 12,8 persen masih belum memutuskan atau tidak menjawab.

Survei Y-Publika dilakukan pada 1 hingga 7 April 2019, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan multistage random sampling (acak bertingkat) di setiap dapil dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya