Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

KAMPANYE 01

Arief Poyuono: Katanya Mau Memutihkan Jakarta, 100 Ribu Saja Tidak Sampai

SABTU, 13 APRIL 2019 | 16:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membandingkan kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta oleh dua pasangan calon Pilpres 2019.

Paslon 01 Joko Widodo-Maruf Amin kampanye pada hari ini, dan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 7 April lalu.

Pertama, saat kampanye 02, banyak akses menuju Jakarta yang dipersulit oleh petugas. Beda dengan 01, hari ini semua akses ke ibukota dibuka istimewa.


Kedua, soal massa peserta kampanye. Arief memprediksi jumlah peserta kampanye Jokowi-Maruf tidak sampai 100 ribu.

"Katanya mau jutaan massa hadiri kampanye, nyampe 100 ribu saja enggak. Itu saja sudah pakai massa bayaran," sebutnya, Sabtu (13/4).

Ketiga, terkait dengan isi atau konten kampanye. Menurutnya, kampanye Prabowo-Sandi di GBK lebih kerasa dan bernilai ibadah.

"Prabowo-Sandi mutihin GBK dengan alunan-alunan dan puji-pujian kepada Allah akan keagungan dan kebesaran-Nya. Seperti alunan-alunan lagu dari surga," ujar Arief.

"Massa hadir tanpa bayaran tapi dengan sebuah keiklasan untuk mencari hidayah Allah. Yang Muslim mengalunkan zikir kepada Allah. Yang Nasrani bermazmur memuji Tuhan. Yang Budha menyuarakan paritta-paritta suci untuk merenungkan sifat-sifat mulia Buddha. Yang Hindu merenungi Bhagavad Gita dan Weda. Dan yang Kong Hu Cu mengalunkan alunan Kwan Im Song Keng (Dewi Welas Asih)," tuturnya menambahkan.

Beda dengan Jokowi-Maruf memutihkan GBK, yaitu dengan alunan-alunan suara 500 artis ibukota yang dikerahkan tim 01. Jelas Arief, itu namanya hura-hura.

"Orang hanya datang supaya dapat hiburan gratis dan ongkos lelah," sindirnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya