Berita

Prabowo-Jokowi/Net

Politik

PILPRES 2019

Survei Median, Jarak Elektabilitas Kedua Kandidat Kian Ketat Dan Makin Menipis

SABTU, 13 APRIL 2019 | 12:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei terbaru pada hari terakhir kampanye Pemilu 2019, Sabtu (13/4). Median menemukan makin tipisnya jarak elektabiltas dua pasangan calon Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan, beberapa hari menjelang pencoblosan, kompetisi politik kian ketat. Hal itu menurutnya terlihat dari makin menipisnya selisih elektabilas kedua pasang kandidat.

"Dari hasil survei, pasangan Joko Widodo-Maruf Amin masih memimpin dengan perolehan 47,2 persen dan pasangan Prabowo-Sandi 39,5 persen, dengan 13,3 persen yang masih belum menentukan pilihan atau termasuk undecided voters," ujar Rico kepada redaksi sesaat lalu.


Temuan itu menurutnya, menandakan masih terbuka peluang bagi petahana atau penantang untuk memenangkan pilpres, bila mampu meraup sebanyak-banyaknya undecided voters.

"Bila suara undecided terkonsolidasi atau tersebar merata secara proporsional kepada kedua pasangan kandidat, maka petahana dipastikan akan menang. Namun jika suara undecided terkonsolidasi kepada penantang, maka penantang berpeluang besar akan menang," terangnya.

Oleh karena makin ketatnya kompetisi, maka menurutnya kedua kandidat dan tim sukses harus makin bekerja keras demi memenangkan kontestasi 17 April 2019 yang tinggal menghitung hari.

Survei Median diselenggarakan pada 31 Maret sampai 7 April 2019. Jumlah sampel dalam survei adalah 1.500 penduduk yang telah memiliki hak pilih di 34 provinsi. Mereka dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling, dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ± 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapaun quality control dilakukan terhadap 20 persen dari sampel yang ada. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya