Berita

Lembaga Rumah Indonesia/RMOL

Nusantara

Rumah Indonesia: Keselamatan Bangsa Yang Utama

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 22:03 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Sejumlah orang dari pelbagai kalang mulai aktivis sosial, masyarakat sipil, akademisi hingga jurnalis angkat suara soal kondisi bangsa saat ini.

Mereka pun terpanggil dan merasa ikut bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keutuhan bangsa dan tergabung dalam lembaga Rumah Indonesia.

Jurnalis senior, Dadang RHS yang juga inisiator lembaga Rumah Indonesia ini menyatakan, terbelahnya masyarakat Indonesia harus diakhiri setelah kontestasi 17 April 2019.


"Keterbelahan itu realitas politik hari-hari ini. Akui itu ada. Tugas kita semua merujukkannya. Bersama kembali menjadi Indonesia," jelas Dadang yang juga deklarator Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia ini, kepada redaksi, Jumat (12/4).

Selain itu, sambung Dadang, masyarakat diimbau untuk lebih mengutamakan keselamatan bangsa.

"Keutuhan dan keselamatan bangsa harus jadi prioritas bersama," papar Dadang.

Sementara itu, inisiator lembaga Rumah Indonesia, Nursyahbani Katjasungkana mengatakan Bangsa Indonesia tengah menghadapi satu kondisi yang dikenal dengan defisit legitimasi terhadap lembaga-lembaga negara jelang hari H pencoblosan Pemilu 2019.

"Kita sedang menghadapi defisit legitimasi," tegas Mbak Nur--sapaan akrabnya--

Nursyahbani menyebutkan salah satu penyebab defisit legitimasi belakangan ini tidak lain karena tidak adanya batas lembaga-lembaga negara terhadap politik praktis.

"Institusi yang secara kredibel bisa menjaga kebhinnekaan kian langka, hampir semua terseret dan terjebak pada politik elektoral," jelasnya.

Bukan sekedar institusi administrasi pemerintahan, kata dia, defisit legitimasi pun sudah sampai pada aparat sipil dan bersenjata yang seharusnya selalu dipercaya.

"Banyak yang merasakan bahwa institusi Polri dan TNI sudah kurang solid," tukasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya