Berita

Aksi bakar ban di depan Gedung KPK/RMOL

Politik

Bakar Ban Di KPK, Demonstran Desak Novel Dipecat

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 17:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Puluhan orang yang mengatasnamakan diri mereka Aliansi Pemuda Mahasiswa Pengawas KPK kembali menggelar aksi protes di depan gedung KPK, Kuningan Jakarta, Jumat (12/4).

Tuntutan mereka masih sama dengan aksi yang digelar kemarin, yaitu mendesak KPK untuk tidak berpolitik praktis.

Dugaan berpolitik praktis itu dilayangkan karena penyidik senior KPK Novel Baswedan diyakini memiliki kedekatan dengan Partai Gerindra.


Dalam aksinya, massa yang membawa spanduk bertulis “KPK Jangan Berpolitik, Pecat Novel” meminta kepada lembaga anti rasuah itu agar tetap menjaga independensi. Mereka juga kembali membakar ban saat beraksi sebagai tanda kekecewaan.

Aliansi Pemuda Mahasiswa Pengawas KPK secara khusus menyoroti masalah pemberian penghargaan tokoh paling berintegritas dari KPK. Penghargaan itu disebut telah diberikan kepada mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, dan Novel Baswedan.

Menurut mereka, pemberian penghargaan itu tidak layak diberikan lantaran ketiga tokoh tersebut dianggap tidak independen.

“Jadi KPK tidak perlu terlibat politik praktis," teriak orator dari atas mobil komando.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, sekitar pukul 15.25 WIB, puluhan massa membakar ban menunjukkan kekecewaan mereka. Terlihat petugas kepolisian masih berjaga-jaga mengawal aksi yang sesekali mulai memanas.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya