Berita

Politik

Lima Tantangan Besar Indonesia Menurut Prabowo

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 16:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Calon Presiden Prabowo Subianto memaparkan banyak tantangan besar yang perlu dibereskan jika terpilih menjadi Presiden di 2019. Oleh karenanya, ia menggandeng puluhan tokoh besar yang nantinya bakal membantu dalam pemerintahan Prabowo-Sandi jika terpilih.

"Kita perlu bertanggung jawab pada rakyat, jangan beli kucing dalam karung, jadi Insya Allah kami mnerima mandat dari rakyat, ini orang-orang yang akan membantu," kata Prabowo saat pidato kebangsaan di Dyandra Convention Center, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4).

Setidaknya, ada lima tantangan besar yang perlu dibereskan Prabowo-Sandi di pemerintahannya kelak. Pertama, kata Prabowo, adalah persoalan kekayaan negara yang mengalir ke luar negeri.


"Pemerintah yang akan datang harus bisa menghentikan larinya kekayaan ke luar," jelas Prabowo.

Ia pun memaparkan data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut penerimaan negara sebanyak 4.000 triliun. Namun Prabowo menyebut jika penerimaan itu bocor dan hanya masuk 2000 triliun.

"Bocor lagi 40 persen, berarti yang sampai ke rakyat 2/3," imbuhnya.

Kemudian, tantangan kedua yang perlu dibereskan adalah soal ketimpangan. Prabowo menyebut, hanya segelintir orang yang menikmati kekayaan Indonesia.

"Ini kondiri bangsa yang sangat tidak adil dan inilah yang harus kita atasi," jelasnya.

Yang tak kalah penting, kata Prabowo, adalah tantangan cuaca. Dewasa ini, Ketum Gerindra ini menyebut jika pemerintah saat ini abai dengan persoalan cuaca.

"Ini tantangan sangat mendesak tapi elite di Jakarta tak berpikir ke situ. Kalau kita lihat di peta, diperkirakan kalau permukaaan laut naik 5 meter, Surabaya tenggelam, Jakarta tenggelam, pantai utara Jawa tenggelam, pantai timur Sumnatera banyak yang tenggelam. Merauke tenggelam," tegasnya.

"Ini harus kita siap-siap sekarang, tidak mungkin pemerintah yang terlalu banyak kebocoran bisa mengatasi ini. Ini bukan hoax ini tantangan yang harus kita hadapi," tambah Prabowo.

Kemudian, masalah yang tak kalah penting adalah soal krisis pangan dan sumber air bersih.

"Bahkan Ibu Kota kita tidak punya air bersih. Kalau kita tidak menangani segera, kita dihadapi tambahan penduduk, ledakan penduduk, 3,8 juta pertahun. Ahli mengatakan, 5 juta bayi baru lagir tiap tahun. Kalau tidak ditangani, terjadi ketimpangan ekonomi, huru-hara di mana-mana dan negara gagal," tandasnya.

Yang terakhir disoroti Prabowo adalah soal swasembada pangan, air, dan energi yang diharapkan bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. "Kita akan penuhi kebutuhan bahan bakar kita sendiri dan akan kita cukupi sendiri," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya