Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Secara Politik Jokowi Sudah Tidak Punya Power

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 13:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Calon Presiden petahana Joko Widodo secara politik sudah tidak memiliki power lagi.

Jokowi dihantam lewat kasus orang dekatnya politisi PPP M. Romahurmuziy, kasus 400 ribu amplop suap untuk serangan fajar Caleg petahana Golkar Bowo Sidik Pangarso, dan terakhir dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Malaysia.

Direktur Eksekutif Government & Political Studies (GPS), Gde Siriana mengatakan, Jokowi tidak mampu mengontrol parpol koalisinya untuk tetap bersih dari korupsi dan tidak curang dalam pemilu.


"Parpol koalisinya justru bermain sendiri untuk kepentingan masing-masing. Jadi sangat jelas terlihat tidak ada leadership Jokowi dalan koalisi," sebutnya kepada redaksi, Jumat (12/4).

Dari sikap dan cara merespons berbagai peristiwa itu pun Jokowi tidak bertindak tegas. Menyikapi korupsi termasuk kebocoran anggaran Jokowi hanya bilang lapor pada KPK, tetapi tidak menghukum parpolnya.

Juga pada kasus surat tercoblos di Malaysia, Jokowi hanya bilang lapor Panwaslu, tetapi tidak menghukum parpolnya.

"Semestinya Jokowi ngomong, "saya apresiasi temuan Panwaslu, dan jika itu benar maka saya akan ambil tindakan tegas terhadap parpol pelakunya". Misalnya kemudian Jokowi memecat menteri dari parpol tersebut. Ini sikap yang akan diapresiasi masyarakat," tutur Gde.

Diduga, selain mencoblos surat suara Pilpres untuk paslon 01 Jokowi-Maruf, surat itu juga mencoblos parpol Nasdem. Ini kan merugikan parpol-parpol lain dalam koalisi Jokowi khususnya di daerah pemilihan sama. Tetapi tidak ada tindakan apa-apa dari Jokowi.

Jadi, Gde melihat semua peristiwa itu juga akan membuat pecah koalisi Jokowi meski tidak terlihat terang-terangan. Yang jelas semua parpol sepertinya akan bermain sendiri-sendiri.

"Bisa juga karena sejak awal, parpol-parpol koalisi tidak melihat Jokowi punya political power. Ada yang lain yang lebih berkuasa," tutupnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya