Berita

KPU Pusat/Net

Politik

Harusnya KPU Dan Bawaslu Tak Sulit Ungkap Skandal Surat Suara di Malaysia

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 13:22 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Seharusnya tak butuh waktu lama bagi KPU dan Bawaslu untuk membongkar kasus pencoblosan surat suara di Malaysia lantaran telah banyaknya video yang beredar menunjukan aktivitas pencoblosan itu.

“Perkaranya sudah sangat terang benderang, aktivitasnya terekam. Yang keseluruhan itu bisa jadi pintu untuk membuktikan apakah peristiwa itu sistemik, meluas dan terencana,” kata Direktur Eksekutif Lima Ray Rangkuti kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/4).

Dengan begitu, sambung Ray, KPU dan Bawaslu semestinya dengan mudah dan cepat mampu menguraikan kasus surat sura yang telah dicoblos Jokowi-Ma'ruf itu. Dengan memulai pertanyaan sederhana; mengapa surat suara tidak ditempatkan di lokasi yang aman dan terawasi.


Lalu, jika sudah ditempatkan di lokasi yang semestinya, mengapa dan bagaimana bisa surat suara dengan jumlah begitu banyak bisa berpindah tempat bahkan masuk ke tempat yang bukan wilayah yuridiksi Indonesia.

“Dua pertanyaan ini, saya kira, menjadi awalan untuk menyusun kronologi kasus ini. Tentu ditambah dengan keterangan berbagai pihak, dan bisa jadi misalnya gambar rekaman dari cctv, maka kasus ini sejatinya dapat diungkap dengan cepat,” tandas Ray.

Untuk itu, Ray mendesak KPU dan Bawaslu segera mengungkap dan dengan sendirinya membawa kasus ini ke ranah hukum. Dengan cepatnya kasus ini terungkap, kata Ray, juga bisa membendung isu yang tidak sesuai dan akhirnya dapat mendelegitimasi dan memanaskan situasi pelaksanaan pemilu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya