Berita

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifudin/RMOL

Politik

Sudah Sejak Awal Bawaslu Petakan Potensi Kerawanan Pemilu Di LN

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 09:24 WIB | LAPORAN:

. Surat suara Pemilu 2019 yang tercoblos di Malaysia bukanlah kasus yang kali pertama terjadi. Bawaslu pun sebelumnya telah mempersiapkan antisipasi potensi kerawanan tersebut.

"Meskipun kasusnya tidak sama persis, Bawaslu punya hal-hal yang bersifat pencegahan atau kewaspadaan atas dugaan-dugaan yang memungkinkan hal-hal yang tidak kita inginkan yang disebut potensi kerawanan," kata Anggota Bawaslu, Mochammad Afifudin di Bawaslu, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (11/4).

Lanjut Afif, potensi kerawanan tersebut mayoritas lebih banyak pada metode pemilihan pos dibandingkan mekanisme pencoblosan lainnya.


"Apakah surat suara sampai ke PO Box atau ke alamat yang bersangkutan? Karena beberapa kejadian diduga dulu itu belum tentu sampai tapi kembali ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)," tuturnya.

Selain itu, isu penyimpanan surat suara menjadi sangat penting bercermin saat Bawaslu melakukan bimbingan teknis yang pihaknya merekomendasikan adanya kunci, yang harus disiapkan di KBRI.

"Antara PPLN dan rekomendasi Panwas LN kemudian pegang kunci yang di daerah juga ada Panwas LN. Ini disepakati di bebeapa titik, bahkan di beberapa titik seperti di New York, Taipei, Pengawas LN merekomendasikan adanya barcode, karena kuasa untuk memberikan logistik yang sifatnya pengecekan, itu di PPLN atau penyelenggara KPU dikomunikasikan, dan berhasil," tuturnya.

Sementara itu terkait dengan tercoblos surat suara di Selangor Malaysia, Afif memastikan atas kejadian tersebut Bawaslu akan melakukan pengecekan.

"Yang ingin kita investigasi dan pastikan adalah kok bisa surat suara keluar dari KBRI enggak dikirim ke alamat? Karena potensi pemilih pos itu yang jauh-jauh biasanya agak susah dijangkau dan berkumpul di satu titik. Kedua, rumah tempat penyimpanan ini tempatnya siapa, akan kami pastikan," tegas Afif.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya