Berita

Jumpa pers KPU dan Bawaslu/RMOL, Bonfilio Putra

Politik

KPU: Surat Suara Yang Sudah Dicoblos Di Malaysia Disimpan Tidak Sesuai SOP

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 05:44 WIB | LAPORAN:

Pascakejadian ditemukannya surat suara yang tercoblos di Malaysia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melihat adanya beberapa kejanggalan. Itu sebabnya masih banyak hal yang perlu diklarifikasi sebelum pengambilan keputusan.

Yang mencolok adalah tidak adanya boks bersama surat suara di dalam gudang. Tanggapi hal ini, Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan seharusnya surat suara disimpan di dalam boks karena itu sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang berlaku.

“Kalau pemungutan suara dua metode, yaitu metode TPS dan KSK itu di dalam kotak. Kotak suara dimana ditemukan spesifikasinya itu ya. Kemudian kalau pos itukan dari jasa yang kemudian dikerjasamakan pos surat suara ini ada metodenya didalam PO BOX ya. Dan kemudian kalau mau dihitung ya didalam kotak,” ujar Hasyim di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (11/4).


Setelah itu, baru pada tanggal 17 April 2019 dilakukan penghitungan suara.

“Nanti penghitungannya tanggal 17 itu nanti yang pos yang menghitung adalah PPLN, kalau TPSLN yang akan menghitung adalah TPPS,  kalau KSK yang akan menghitung adalah KPPSKSK. Jadi masing masing ada tugasnya dan fungsinya jadi nanti akan dibuka kotaknya," jelas Hasyim.

Yang menjadi pertanyaan bagi Hasyim, yakni ketika di dalam video yang beredar, tidak terlihat boks, tapi malah surat suara yang dikemas kedalam kantong-kantong plastik berwarna hitam.

Parahnya, selain tidak adanya boks, dalam video juga orang dengan santainya hilir mudik ke dalam gudang yang diduga juga dinilai janggal.

“Jadikan tadi bagi kami jadi pertanyaan ini kok di dalam karung, sorry, di kantong. Kemudian orang kok begitu mudah masuk ke situ? Buka-buka kantong kemudian membuka seret-seret cetakan itu. Ini gimana ceritanya kok bisa begini? Ini yang perlu di klarifikasi,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya