Berita

Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dradjad Wibowo/Net

Politik

Dewan Pakar BPN: Saya Sampai Malu Melihat Video Surat Suara Tercoblos Di Malaysia

Jangan-jangan Ini Fenomena Gunung Es
KAMIS, 11 APRIL 2019 | 17:29 WIB | LAPORAN:

. Dugaan kecurangan kertas suara Pemilu 2019 yang tercoblos di Malaysia dinilai sebagai fenomena gunung es karena bisa saja terjadi di negera lain.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) diminta untuk mendalami kasus ini dengan tetap menjunjung tinggi netralitas.

Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dradjad Wibowo mengaku sangat malu melihat video surat suara tercoblos di Malaysia. Pasalnya dalam video itu nampak juga polisi Diraja Malaysia ikut hadir di Tempat Kejadian Perkara (TKP).


"Ada video di mana polisi Diraja Malaysia ikut hadir di TKP. Saya sampai malu melihatnya. Karena pihak asing ikut terlibat dalam kejadian ini," kata Dradjad saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/4).

Perlu diketahui, di salah satu video viral, beberapa tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia bersama beberapa pihak menggerebek sebuah gudang yang isinya surat suara tercoblos. Di situ mereka menemukan surat suara sudah dicoblos untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin.

Ada pula surat suara calon legislatif yang sudah dicoblos ke beberapa nama caleg. Salah satunya yakni Caleg Partai Nasdem, Davin Kirana. Davin merupakan putra dari Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana.

Terkait itu, Dradjad yang juga Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku masih berusaha memegang teguh asas praduga tidak bersalah. Tapi video tersebut dan berbagai kejadian lain menurut dia memberi indikasi yang kuat tentang terjadinya kecurangan yang masif dan terstruktur.

"Kejadian lain itu seperti bagi-bagi bingkisan yang marak di berbagai daerah, politik amplop hingga berbagai tekanan oleh oknum-oknum aparat," imbuhnya.

Maka dari itu, Dradjad mengaku semakin sangsi kalau kecurangan serupa juga terjadi di negara lain. Bukan hanya di Malaysia.

"Jangan-jangan kejadian di Malaysia itu tidak berdiri sendiri. Jangan-jangan ini hanya puncak gunung es saja. Meski demikian, saya masih menjunjung tinggi praduga tidak bersalah," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya