Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Polarisasi Diyakini Picu Politik Tak Sehat

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 17:11 WIB | LAPORAN:

Polarisasi yang kuat di Pileg dan Pilpres bisa menimbulkan hubungan tidak sehat antar pendukung, bahkan para caleg pun bisa saja saling 'menjatuhkan'.

Peneliti politik dari Explosit Strategic, Arif Susanto mengatakan, untuk bisa dipilih para caleg hanya perlu memberi informasi utuh tentang dirinya kepada calon pemilih. Bukan malah menjatuhkan lawan politiknya.

Maka dari itu, dia mengimbau para pemilih untuk cerdas d menentukan pilihan di ajang pesta rakyat lima tahunan itu. Konkretnya dengan mencari tahu tentang rekam jejak caleg yang hendak dicoblos.


"Pemilih cerdas mengambil putusan berdasarkan pertimbangan atas informasi yang dimilikinya," katanya kepada wartawan, Kamis (11/4).

Perlu diketahui, menjelang hari pencoblosan 17 April 2019 nanti, beberapa video skandal pribadi caleg beredar di media sosial. Terakhir, media sosial dihebohkan dengan foto-foto mesum caleg Partai Demokrat berinisial FH, dan juga skandal yang melibatkan keluarga caleg Partai Gerindra berinisial S.

Selain itu, beberapa kasus dugaan korupsi juga menjadi perhatian bagi masyarakat. Terkait itu, Arief menuntut KPU untuk mendesak para caleg berlaku transparan. Konkretnya dengan menjalin kerja sama dengan KPK untuk mengumumkan laporan harta kekayaan negara.

Bukan hanya itu, ditekankannya, demi meraup suara publik yang melimpah, para caleg harus memperbanyak turun ke lapangan. Salah satu di antaranya dengan hadir dalam ajang dialog kritis dengan berbagai lapisan masyarakat.

"Terakhir, para Caleg dapat memanfaatkan media massa dan media sosial sebagai medium komunikasi politik berjangkauan luas," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya