Berita

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan/Net

Hukum

Penyelesaian Kasus Novel Baswedan Adalah Keharusan Sejarah

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 15:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Hari ini, 2 tahun yang lalu seusai shalat subuh penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tidak dikenal. Namun hingga detik ini, aksi kejahatan yang membuat mata Novel rusak ini belum terungkap.

Wakil Ketua Komite I DPD RI, Fahira Idris mengatakan, kasus ini penting diungkap karena penyiraman air keras terhadap Novel dinilai banyak pihak bukan aksi kriminal biasa, tetapi dianggap sebagai penyerangan terhadap gerakan pemberantasan korupsi di negeri ini.

Kasus Novel bukan lagi sekedar hal yang mendesak untuk segera diungkap, tetapi sudah menjadi keharusan sejarah untuk diselesaikan.


"Penyelesaian kasus Novel adalah keharusan sejarah. Apa nanti yang mau kita ceritakan dan banggakan ke anak dan cucu kita, jika salah satu episode perjalanan bangsa ini dalam berjihad melawan korupsi adalah ketidakmampuan kita melindungi mereka-mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk memberantasan korupsi," ujar Fahira, Kamis (11/4).

"Kasus Novel ini adalah bab penting perjalanaan jihad kita melawan korupsi, oleh karena itu isinya harus mencerahkan, yaitu kasus Novel terungkap," sebutnya menambahkan.

Menurut Fahira, jika melihat parahnya praktik korupsi yang terjadi beberapa tahun belakangan ini, perjalanan bangsa ini memberantas korupsi ke depan sepertinya masih akan sangat panjang.

Bangsa ini membutuhkan energi besar, komitmen kuat, dan keberanian nyata agar bisa memotong waktu pemberantasan korupsi demi mempercepat kesejahteraan rakyat. Jika kasus Novel tidak juga kunjung diselesaikan, maka perjalanan kita melawan korupsi akan semakin terseok.

"Bagaimana KPK atau unsur lain penegak hukum pemberantasan korupsi bisa leluasa dan tenang bekerja membongkar korupsi, jika mereka melihat kejahatan dan ancaman nyata yang menimpa teman sejawat mereka sampai dua tahun belum juga terungkap," tukas Anggota DPD atau Senator Jakarta ini.

Unsur utama pemberantasan korupsi, lanjut Fahira, selain lembaga yang profesional, juga orang-orang yang berani dan tidak kenal kompromi. Oleh karena itu, mereka-mereka ini harus dijamin keselamatannya dalam bekerja sehingga upaya kita memberantas korupsi bisa maksimal dan tidak perlu membutuhkan waktu yang terlalu lama.

"Walau sudah dua tahun, saya masih menyimpan optimisme kasus ini bisa terungkap. Saya yakin yang Maha Kuasa, membuka jalan untuk mereka-mereka yang memperjuangkan keadilan," pungkas Fahira menutup keterangannya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya