Berita

Bentrok di KPK/RMOL

Politik

Tolak Kehadiran Kokam, Demonstran Bentrok Dengan Polisi Di KPK

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 14:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kehadiran anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menjadi pemicu bentrok antara demonstran dengan polisi di depan Gedung KPK.

Pada hari ini, Kamis (11/4), Wadah Pegawai KPK menggelar acara peringatan dua tahun penyerangan terhadap penyidik senior, Novel Baswedan. Ada sejumlah orang berpakaian Kokam yang turut hadir untuk menuntut penuntasan kasus Novel tersebut.

Pada siang hari, puluhan massa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Pemuda Mahasiswa Pengawas KPK mendatangi Gedung KPK. Tuntutan yang mereka suarakan berbeda dengan acara WP-KPK. Mereka mendesak agar KPK dan Novel Baswedan tidak berpolitik.


Di saat berorasi, koordinator aksi Aliansi Pemuda Mahasiswa Pengawas KPK, Budi sempat meluapkan kemarahan karena melihat kehadiran Kokam di acara aksi bela Novel.

Baginya keberadaan Kokam telah menghilangkan peran aparat kepolisian. Selain itu, juga menyiratkan sikap tidak netral KPK. Sebab, Kokam dianggap sebagai kepanjangan dari mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang kini menjabat sebagai Koordinator Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Kokam kok ada di sini, ini semakin menguatkan bahwa Dahnil Anzar Simanjuntak dan istilah ‘Novel orang kita (Gerindra) adalah benar’,” kata Budi dari atas mobil komando.

Massa yang sebelumnya berpencar seketika menumpuk di depan gerbang masuk Gedung KPK. Mereka mencoba merangsek ke dalam gedung tapi dicegak oleh aparat polisi.

Kericuhan pun tak terhindarkan dan sempat terjadi gesekan antara polisi dan massa. Meski demikian, kericuhan itu tidak berlangsung lama.

Lima orang anggota Kokam akhirnya diamankan petugas KPK dan tidak lagi terlihat berada di sekitaran gedung komisi anti rasuah.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menegaskan bahwa KPK tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu. Sementara kehadiran Kokam di acara WP-KPK merupakan hak warga untuk menyuarakan pendapat.

"Siapapun bisa datang dan bisa berkumpul di sini karena KPK tidak melarang bahkan demonstrasi yang menolak KPK pun kami dengar," tegas Febri.

"Kami pastikan pimpinan KPK, pejabat struktural KPK dan seluruh pegawai KPK tidak boleh terafiliasi politik praktis manapun," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya