Berita

Mendagri Tjahjo Kumolo/RMOL

Politik

Pastikan Pemilu Berjalan Lancar, Kemendagri Bentuk Tim Pantau Di Seluruh Wilayah

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 13:42 WIB | LAPORAN:

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo jelang pemilu menyiapkan tim pemantau. Mereka terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bertugas mengawal pesta demokrasi yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

"Mereka ditempatkan di seluruh provinsi, tapi provinsi yang ditengarai rawan. Misalnya Papua, karena geografinya luas. Total pemantau enggak banyak, cuma 200 orang," ujar Tjahjo di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (11/4).

Adapun tugas pemantau, yakni untuk memastikan tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dna Panitia Pengawas (Panwas) di daerah tidak terhambat.  


Dalam penugasan, mereka tidak sendirian. Tjahjo juga telah menyurati Kepala Daerah di masing-masing lokasi untuk ikut mendukung kinerja para penyelenggara di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Mungkin bantuan staf, diperlukan kendaraan kah, bantuan personel untuk sekretariat, alat-alat pengetikan, semuanya," tambah Tjahjo.

Hal ini diharapkan efektif memetakan lokasi berdasarkan kerawanan, dan menempatkan pemantau di sana.

Bekerjasama dengan kepolisian, TNI dan seluruh elemem, para pemantau akan melaporkan segala bentuk kecurangan di sekitar wilayah kerja mereka.

"Hasilnya kami serahkan kepada Polri, kami koordinasikan ke BIN, kalau Gakkumdu ke Kejaksaan, serta kami komunikasi ke KPU kaitannya dengan Dukcapil," jelasnya

Tentunya, para pemantau punya batasan-batasan. Mereka dipastikan tidak akan masuk ke ranah dan wewenang penyelenggara.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya