Berita

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo/Net

Politik

DPO Penyebar 'Video Server KPU Di-setting' Teridentifikasi Di Tangerang Dan Jateng

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 13:31 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dua orang yang diduga sebagai buzzer video server KPU di-setting menangkan Jokowi telah teridentifikasi keberadaanya oleh Polri.

“Dari hasil analisa jejak digital yang dilakukan Direktorat Siber Bareskrim, terakhir dari pemilik IG yang patut diduga sebagai buzzer dan creator, dideteksi di Tangerang,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/4).

Sementara, untuk DPO lainya, yakni pelaku yang berada dalam video menyampaikan narasi bahwa server KPU telah di-setting untuk menangkan pasangan nomor urut 01, terindentifikasi keberadaanya di Jawa Tengah.


“Tetap kita lakukan pengejaran karena sudah diketahui identitasnya. Dua DPO tersebut baik yang creator dan yang menyampaikan di dalam rapat,” pungkas Dedi.

Sebelumnya, Polisi menangkap dua orang, pria dan wanita, yang merupakan buzzer hoax. Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni Lampung dan Jakarta.

Dedi Prasetyo menjelaskan inisial dua orang yang ditangkap adalah EW untuk yang pria dan RD untuk yang wanita. Keduanya juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka yang telah ditangkap dijerat dengan berlapis, yaitu Pasal 14 ayat 3 dan Pasal 14a ayat 2 juncto Pasal 14 ayat 1 UU No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Mereka terancam hukuman penjara selama 4 tahun.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya