Berita

Arsul Sani/Net

Politik

Keluhan Pegawai KPK Jangan Dianggap Angin Lalu

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 11:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sejumlah pegawai yang berada di bawah Kedeputian bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi mengeluh adanya hambatan-hambatan dalam mengembangkan sebuah perkara hingga level pejabat yang lebih tinggi atau big fish.

Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP, Arsul Sani menyebut keluhan dari pegawai KPK tersebut tidak boleh dianggap angin lalu. Tetapi, menjadi tanda tanya yang harus dijawab.

"Teman-teman KPK harus bisa menjawab mengapa kasus-kasus besar seperti Bank Century, Hambalang, KTP eletronik dan lain-lain itu tidak ada progres baru," ujar Arsul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/4).


Kasus-kasus tersebut, kata Arsul, memang pernah berproses seolah sangat serius dan menyita perhatian publik bahwa KPK benar-benar bekerja. Tetapi, lanjutnya, semua kasus itu seperti ditelan bumi dan masyarakat pun dibuat bingung.

Untuk itu, dia menyarankan KPK agar secara terbuka menjelaskan bagaimana proses kasus itu hingga akhirnya muncul keluhan dari pegawainya sendiri.

"Karena ini menyangkut kredibilitas dan netralitas kelembagaan penegak hukum," sambungnya.

Setidaknya ada lima poin yang dikeluhkan dalam petisi pegawai KPK yang dilayangkan kepada pimpinan lembaga antirasuah itu.

Pertama, terhambatnya penanganan perkara pada ekspose tingkat kedeputian. Kemudian, tingkat kebocoran dalam pelaksanaan penyelidikan tertutup. Lalu, tidak disetujuinya pemanggilan dan perlakuan khusus terhadap saksi.

Keempat, tidak disetujui penggeledahan pada lokasi tertentu dan pencekalan dan terakhir adanya pembiaran atas dugaan pelanggaran berat. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya