Berita

Pangi Syarwi Chaniago/Net

Politik

Kena Efek Ekor Jas, PDIP Dan Gerindra Melejit

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 10:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada dua partai yang diuntungkan dalam gelaran Pemilu Serentak 2019, yaitu PDIP dan Golkar. Keduanya mendapat efek ekor jas atau coattail effect dari Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Berdasarkan survei Voxpol Center Research & Consulting elektabilitas kedua partai melejit. PDIP memiliki elektabilitas 24,1 persen dan Gerindra 19,3 persen. Sementara elektabilitas partai-partai di luar kedua partai tersebut berada di bawah 10 persen.

Direktur Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan bahwa penyerentakan pemilu legislatif dan pemilu presiden menciptakan bekerjanya struktur coattail effect, yaitu potensi tergiringnya suara pemilih capres terkuat untuk memilih partai pengusung atau pendukungnya.


“PDIP dalam hal ini berpotensi kuat sebagai pemenang pemilu 2019 karena selain mempunyai asosiasi kuat terhadap figur presiden incumbent Jokowi,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (11/4).

Sementara posisi ketiga ditempati Golkar dengan 9,5 persen, disusul PKB (6,1 persen), Partai Demokrat (5,7 persen), Partai Nasdem (4,3 persen), dan PAN (4,1 persen).

“Tujuh partai ini memenuhi ambang batas parlemen 4 persen dipastikan berpotensi lolos ke Senayan,” sambungnya.

Sementara itu, PKS, PPP dan Hanura sebagai partai lama terancam gagal lolos. Namun, jika ditambah margin of error, maka peluang PKS dengan elektabilitas 3,9 persen, PPP (2,9 persen), dan Perindo (3,3 persen) masih terbuka.

Adapun elektabilitas partai lainnya adalah di bawah 2 persen. Seperti Hanura 1,1 persen, PBB 0,3 persen, PSI 0,2 persen, Berkarya 0,2 persen, PKPI 0,1 persen, dan Garuda 0,1 persen.

Survei digelar pada 18 Maret hingga 1 April 2019 dengan mengunakan metode multistage random sampling. Survei melibatkan 1.600 reponden dari 34 provinsi. Toleransi kesalahan (margin of error) survei sebesar 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya