Berita

Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Gagal Kalahkan Netanyahu Di Pemilu, Ini Kesalahan Oposisi Israel

RABU, 10 APRIL 2019 | 23:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Calon petahana Benjamin Netanyahu hampir pasti merebut masa jabatan kelima di kursi perdana menteri Israel. Hal itu terungkap dalam hasil pemilihan umum yang dirilid Rabu (10/4).
 
Partai Likud Netanyahu dengan bantuan partai-partai sayap kanan lainnya kemungkinan akan mengumpulkan cukup dukungan untuk mendapatkan suara mayoritas di parlemen dengan 120 kursi, yang dikenal sebagai Knesset.
 
"Ini adalah malam kemenangan kolosal," kata Netanyahu kepada para pendukung di markas Likud.
 

 
Netanyahu memiliki keuntungan karena hampir semua partai sayap kanan telah menyatakan dukungan mereka kepada pemimpin Israel tersebut.
 
Partai Likud dan partai sentris Biru dan Putih yang dipimpin oleh saingan utama Netanyahu, Benny Gantz mengikat 97 persen suara. Dua partai utama masing-masing memenangkan 35 kursi.
 
Partai Likud, yang memperoleh lima kursi lebih banyak dibandingkan dengan pemilu 2015, membutuhkan 61 kursi untuk membentuk pemerintah.
 
Sementara itu, partai-partai di blok sayap kanan seperti United Torah Yudaism, Shas, Yisrael Beitenu, Right Wing Union dan Kulanu berhasil melewati ambang 3,25 persen untuk memasuki Knesset. Secara total, partai-partai tersebut memperoleh 30 kursi gabungan.
 
Hasil ini menempatkan blok sayap kanan dalam keunggulan 10 kursi di atas blok kiri. Di blok tengah-kiri Partai Buruh, Meretz dan partai-partai Arab Hadash-Ta'al dan Balad-Ra'am memperoleh 20 kursi.
 
Sementara itu, partai-partai Kanan Baru, Zehut dan Gesher tidak berhasil melewati ambang batas.
 
Analis politik Israel, Mitchell Barak mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ini merupakan pencapaian luar biasa bagi sebuah partai untuk mendapatkan 35 kursi. Dia merujuk pada keunggulan dua partai utama.
 
"Gantz telah muncul entah dari mana. Empat bulan yang lalu dia menciptakan sebuah pesta yang sekarang setidaknya terikat untuk menjadi salah satu partai terbesar saat ini, dan lebih besar daripada partai mana pun yang ada dalam memori baru-baru ini, mungkin 10 tahun atau lebih," kata Barak.
 
Namun, menurutnya, kesalahan terbesar bagi Gantz adalah bahwa dia memilih untuk memiliki perjanjian rotasi sebagai perdana menteri dengan salah satu pendiri Partai Biru dan Putih, Yair Lapid, yang merupakan mantan menteri keuangan dan tokoh TV.
 
"Israel menyukai pemimpin dan mereka menginginkan satu pemimpin. Mereka tidak menginginkan pengaturan pembagian kekuasaan," kata Barak.
 
Barak menambahkan bahwa Netanyahu sekarang memiliki banyak pilihan dalam membentuk koalisi. Dia dapat bermitra dengan partai-partai dari blok sayap kanan atau memilih untuk memiliki pemerintah persatuan nasional dengan partai Biru dan Putih.
 
Setelah hasil akhir resmi diumumkan, pihak-pihak yang telah berhasil mencapai Knesset akan menyerahkan rekomendasi mereka untuk perdana menteri kepada Presiden Reuven Rivlin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya