Berita

Erwin Aksa saat menyampaikan pandangannya di hadapan para pengusaha/Net

Politik

Maaf, Pengusaha Besar Dan Kecil Menderita Selama Pemerintahan Jokowi

RABU, 10 APRIL 2019 | 22:04 WIB | LAPORAN:

Aliansi Pengusaha Nasional (APNAS) mengadakan kegiatan berupa forum diskusi dan deklarasi APNAS Regional Jakarta.

Inisiator Aliansi Pengusaha Nasional  Erwin Aksa mengatakan, para pengusaha selalu diam setiap kali pesta demokrasi. Namun karena kegundahan dan kerisauan para pengusaha terhadap kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin memburuk, APNAS akhirnya terbentuk secara organik.

"Aliansi ini adalah bentuk kanalisasi hati nurani para pengusaha yang tidak ingin ditarik-tarik oleh salah satu paslon untuk mendukung mereka. Apalagi kami ini pengusaha, penggerak poros ekonomi nasional, kami tentu tidak mau memilih pemimpin yang kurang peduli dengan kondisi ekonomi Indonesia," ujar Erwin Aksa dalam rilis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/4).


Erwin Aksa yang juga merupakan Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Konstruksi dan Infrastruktur ini menambahkan, yang terkena dampak negatif buruknya perekonomian Indonesia bukan hanya pengusaha besar. Pengusaha kecil, disebutnya juga turut menderita akibat kebijakan impor yang dinilai terlalu longgar.

"Adanya distrust dari para pelaku usaha dari UMKM sampai pengusaha besar terhadap pemerintah dan BUMN. Pemerintah tidak melihat permasalahan secara makro dan kerap kali mengintervensi industri, BUMN selalu dipaksakan mengerjakan proyek yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Alhasil proyek mangkrak dan hutang negara bertambah," lanjutnya.

Sebagai informasi, acara Diskusi Bareng Aliansi Pengusaha Nasional DKI Jakarta yang diadakan pada hari Senin 8 April 2019 di Hotel Century Park Jakarta ini menghadirkan beberapa tokoh baik dari dunia ekonomi, pengusaha senior dan pengusaha milenial dari berbagai industri seperti Rizal Ramli, Erwin Aksa, Suryani Motik, Wisnu Wardhana, Pria Djan, Amran Nukman, Randi Wibawa, dan Muhammad Assad.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya