Berita

Foto: Net

Hukum

Polisi Dituntut Jeli, Pelaku Pengeroyokan Audrey Harusnya Ditangkap!

RABU, 10 APRIL 2019 | 18:08 WIB | LAPORAN:

Kasus pengeroyokan sekelompok siswi SMA terhadap Audrey, siswi SMP yang terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, sudah mengarah perilaku sadis.

Karena tindakan para pelaku demikian sistematis dan telah dipersiapkan terlebih dahulu serta berdampak traumatis bagi korban.

"Ini bukan lagi perilaku anak-anak, nggak bisa hanya semata secara saklek baca bunyi undang undang atas nama anak, namun lihat juga bentuk kejahatannya yang sistematis sudah sangat mengancam jiwa dan nyawa," ujar dosen hukum pidana Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/4).


Di sinilah, menurut Azmi, penegak hukum dan aparatur negara harus jeli dan cerdas mengamati tiap kasus dengan karakteristik khususnya.

"Ini sangat berbahaya jika dibiarkan terus, ke depan bisa saja terjadi atas nama anak-anak dapat berbuat sadis demikian," tegasnya.

Azmi pun menuntut penegak hukum harus cepat bergerak dan bertindak menggunakan fakta lapangan.

"Asas hukum dikedepankan. Ada asas kemanusiaan, ada asas keadilan, serta kepastian hukum," terangnya.

Ia prihatin para pelaku yang mengklaim diri sebagai anak itu tidak merasa bersalah, takut atau sedih. Bahkan tampak seperti tidak terjadi apa-apa setelah mengeroyok korban.

"Masih bisa posting di medsos kegiatan pelaku yang dengan santai tanpa merasa salah. Sementara korban dirawat di rumah sakit," kata Azmi.

Dilatari hal ini menurut dia, para pelaku harus segera ditahan demi rasa keadilan dan kepatutan termasuk kekhawatiran banyak orang tua atas tindakan tersebut.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya